
UPdates—Wakil Presiden AS, J.D. Vance menolak untuk memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jelang Pemilu Israel.
You may also like :
Araghchi Kirim Pesan Bernada Ancaman kepada Netanyahu: Urusan Kita belum Selesai, Berhati-hatilah
Pernyataannya muncul sehari setelah Presiden AS, Donald Trump secara terbuka mendukung Netanyahu yang tengah berupaya untuk terpilih kembali bulan ini.
You might be interested :
Netanyahu Manipulasi Keterangan Soal Peringatan Sebelum Serangan Hamas
“Saya tidak akan terlibat dalam pemilihan umum Israel,” ujar Vance dalam sebuah wawancara di acara “2WAY Tonight” yang dipandu oleh Mark Halperin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari NBC News, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Saya tidak menentang untuk mendukungnya, dan saya juga tidak mendukungnya,” tambah Vance.
Trump memberikan tanggapan mengenai pemilihan tersebut pada hari Minggu, dengan menyatakan dukungan kuat bagi upaya Netanyahu untuk terpilih kembali.
“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah—siapa pun selain Bibi—maka Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat untuk melakukannya,” tulis Trump di platform Truth Social.
“Bibi Netanyahu telah menunjukkan sikap yang kuat, berani, dan brilian dalam menghadapi tantangan yang luar biasa, termasuk tantangan yang datang dari dalam Israel sendiri,” tegasnya.
Trump menambahkan bahwa pernyataan tersebut merupakan dukungan penuh dan mutlak bagi Netanyahu.
Vance mengatakan bahwa Trump memiliki dukungan yang paling efektif dalam sejarah politik Amerika maupun internasional.
Ia lebih lanjut menjelaskan alasannya untuk tidak terlibat dalam kontestasi tersebut dengan mengatakan bahwa ia hanya mendukung kandidat-kandidat asal Amerika. “Itulah fokus saya,” tegasnya.
Meskipun Vance menolak untuk memberikan dukungan kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum paruh waktu AS, ia sempat bertandang ke Hungaria pada bulan April untuk berkampanye bagi Perdana Menteri saat itu, Viktor Orbán—yang pada akhirnya lengser dari jabatannya setelah berkuasa selama 16 tahun.
Pada hari Senin, Vance juga menegaskan kembali bahwa ia belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028.
“Saya benar-benar belum menentukan apa yang akan saya lakukan pada tahun 2028. Saya belum memikirkan hal itu,” ujar Vance.
Namun, jika ia memutuskan untuk maju, Vance yakin Trump akan memberikan dukungan kepadanya.
“Menurut saya, jika saya mencalonkan diri, sang presiden akan langsung mendukung saya sejak awal,” tandasnya.