
UPdates—Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinannya atas penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas pada akhir pekan.
You may also like :
5 WNI Ditembak di Malaysia, Menlu RI Desak Investigasi, DPR: Melanggar HAM
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian di kawasan.
You might be interested :
Jadi Saksi Perdamaian Gaza, Kabar Prabowo Akan ke Israel Bikin Heboh, Ini Penjelasan Menlu
"Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Tindakan tersebut dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," kata Sugiono seperti dilansir Keidenesia.tv dari Instagram Menlu RI, Senin, 5 Januari 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra itu dalam pernyataannya mengingatkan komunitas internasional untuk menghormati hak dan kedaulatan rakyat Venezuela.
Dunia kata dia harus menghormati keinginan rakyat untuk menentukan nasib masa depan Venezuela.
"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka. Rakyat Venezuela berhak menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," tegasnya.
Lebih lanjut, Menlu mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia menyerukan dunia agar menahan diri dan mematuhi hukum internasional. Juga meminta agar mengedepankan dialog dan perlindungan terhadap warga sipil.
"Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog, menahan diri, dan mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB serta mematuhi hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," ujar Menlu.
Sementara itu, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal lewat unggahan di akun X pribadinya, @dinopattidjalal mengeritik sikap pemerintah yang menurutnya terkesan takut dengan tak menyebut nama AS dalam pernyataannya.
“Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI re Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional?” tulis Dino sebagaimana dipantau Keidenesia.tv Senin, 5 Januari 2026.
Dino menegaskan, ini merupakan momentum bagi Menlu Sugiono untuk bersuara karena menurutnya dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting.
Ia menegaskan, Indonesia dalam situasi seperti ini perlu percaya diri menunjukkan sikap. “Sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq. Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian,” tegasnya.
Menurut Dino, bermitra dengan AS dan negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia menjadi negara penurut yang kemudian mengorbankan hal-hal yang prinsipil.