Menteri Luar Negeri RI, Sugiono (Foto: Instagram Menlu RI)

Tak Sebut AS di Penculikan Presiden Maduro, Menlu Dianggap Takut

5 January 2026
Font +
Font -

UPdates—Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinannya atas penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas pada akhir pekan.

You may also like : menlu sugiono ig5 WNI Ditembak di Malaysia, Menlu RI Desak Investigasi, DPR: Melanggar HAM

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan berisiko mengganggu stabilitas  dan perdamaian di kawasan.

You might be interested : prabowo biden setpresSetelah Pertemuan Tertutup dengan Direktur CIA, Prabowo Temui Presiden Joe Biden di Gedung Putih

"Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Tindakan tersebut dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," kata Sugiono seperti dilansir Keidenesia.tv dari Instagram Menlu RI, Senin, 5 Januari 2026.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra itu dalam pernyataannya mengingatkan komunitas internasional untuk menghormati hak dan kedaulatan rakyat Venezuela.

Dunia kata dia harus menghormati keinginan rakyat untuk menentukan nasib masa depan Venezuela.

"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka. Rakyat Venezuela berhak menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," tegasnya.

Lebih lanjut, Menlu mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia menyerukan dunia agar menahan diri dan mematuhi hukum internasional. Juga meminta agar mengedepankan dialog dan perlindungan terhadap warga sipil.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog, menahan diri, dan mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB serta mematuhi hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," ujar Menlu.

Sementara itu, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal lewat unggahan di akun X pribadinya, @dinopattidjalal mengeritik sikap pemerintah yang menurutnya terkesan takut dengan tak menyebut nama AS dalam pernyataannya.

“Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI re Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional?” tulis Dino sebagaimana dipantau Keidenesia.tv Senin, 5 Januari 2026.

Dino menegaskan, ini merupakan momentum bagi Menlu Sugiono untuk bersuara karena menurutnya dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting.

Ia menegaskan, Indonesia dalam situasi seperti ini perlu percaya diri menunjukkan sikap. “Sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq. Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian,” tegasnya.

Menurut Dino, bermitra dengan AS dan negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia menjadi negara penurut yang kemudian mengorbankan hal-hal yang prinsipil.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >