
UPdates—Iran menanggapi harapan dan doa ibu dari pilot F-15 AS yang pesawatnya ditembak jatuh dengan sindiran kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Israel.
You may also like :
40 Tewas dan Lebih 1.200 Terluka, Iran Tuduh Israel Dalang Ledakan Pelabuhan Rajaei
Mereka mengatakan bahwa putranya menghadapi bahaya yang lebih besar di bawah Presiden Trump daripada dalam tahanan Iran dan meyakinkannya untuk memperlakukan putranya dengan hormat dan bermartabat jika ditemukan.
You might be interested :
Momen-momen Menegangkan, Israel Kirim Militer Cegah Kapal Aktivis yang Coba Terobos Blokade Gaza
Adalah Kedutaan Besar Iran di Pakistan dan Afrika Selatan yang memberikan tanggapan terhadap unggahan ibu pilot F-15 AS tersebut.
Dalam unggahan di X, kedutaan besar Iran menyoroti perlakuan Iran terhadap para tawanan perang.
"Yakinlah bahwa putra Anda lebih dalam bahaya di bawah DJ Trump daripada dalam tahanan di Iran. Berdoalah agar dia tetap ditawan oleh Iran daripada ditemukan oleh tim penyelamat AS! Sebagai Muslim dan warga Iran yang beradab, kami tahu bagaimana memperlakukan tawanan dalam tahanan dengan bermartabat dan hormat," tulis Kedutaan Besar Iran di Pakistan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari India Today, Sabtu, 4 April 2026.
Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan menambahkan dengan pernyataan yang menyinggung perlakuan sekutu AS, Israel pada tahanan Palestina.
"Di Iran, jauh sebelum apa yang disebut hukum kemanusiaan ditulis, hak-hak tawanan perang (POW) sudah ditetapkan. Kami tidak memperlakukan tawanan perang seperti sekutu biadab Anda, kaum Zionis. Kami memiliki peradaban Iran. Kami tidak hidup seperti di Zaman Batu, seperti Amerika," tegas mereka.
Tanggapan dari Iran datang setelah unggahan media sosial oleh ibu pilot tersebut, yang memohon doa untuk pilot jet tempur F-15 AS yang hilang yang ditembak jatuh selama operasi tempur sehari sebelumnya.
"Tolong doakan kedua pilot F-15 yang ditembak jatuh malam ini. Salah satu putra saya adalah pilot tempur, dan saya masih belum mendengar kabar apa pun darinya atau unitnya. Hati saya dipenuhi kekhawatiran. Tolong doakan semua pilot dan keluarga mereka," tulisnya.
Pasukan Iran berhasil menembak jatuh dua pesawat militer Amerika Serikat (AS), yaitu jet tempur F-15E Strike Eagle dan pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II (Warthog) pada hari Jumat waktu setempat
Insiden ini terjadi di wilayah Iran, dengan satu jatuh di barat daya dan yang lainnya di sekitar Selat Hormuz/Teluk Persia.
Satu anggota kru berhasil diselamatkan, sementara setidaknya satu orang lainnya masih hilang, menandai peningkatan besar dalam konflik Timur Tengah yang telah berlangsung hampir lima minggu.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pesawat tempur A-10 AS jatuh di Teluk Persia setelah kontak dengan pasukan pertahanan Iran, meskipun seorang pejabat AS mengatakan tidak jelas apakah pesawat itu ditembak jatuh atau jatuh sendiri.
Rekaman media sosial menunjukkan drone, pesawat, dan helikopter Amerika memindai wilayah pegunungan tempat TV yang berafiliasi dengan pemerintah Iran mengatakan setidaknya satu pilot telah melompat keluar dari jet tempur tersebut.
Insiden tersebut bertepatan saat Iran menembaki target di seluruh Timur Tengah, meningkatkan ketegangan dengan Israel dan sekutu Arab Teluk. Sirene dilaporkan terdengar di Bahrain.
Arab Saudi dan UEA mengatakan mereka telah menghancurkan beberapa drone Iran, dan Israel melaporkan adanya rudal yang ditembakkan ke wilayah mereka.