UPdates - Rusia dilaporkan telah berbagi citra satelit dan teknologi drone dengan Iran untuk menargetkan pasukan AS di Timur Tengah.
You may also like :
Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai AS Serang Iran
Hal ini terungkap dalam laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa, 17 Maret 2026 waktu setempat.
You might be interested :
"Apakah Trump Sudah Memulai Perang Dunia ke-3?": Warga AS Khawatir Pembalasan Iran, Ini Prediksi Ahli
Disadur Keidenesia.TV dari Anadolu Agency, WSJ melaporkan bahwa Moskow telah memperluas pertukaran intelijen dan kerja sama militer dengan Teheran, membantu sekutunya di Timur Tengah melawan AS dan Israel, yang melancarkan perang terhadap Iran hampir tiga minggu lalu.
Menurut laporan tersebut, teknologi yang disediakan oleh Kremlin mencakup komponen-komponen dari drone Shahed yang telah dimodifikasi, yang dimaksudkan untuk meningkatkan komunikasi, navigasi, dan penargetan pasukan AS.
Seorang perwira intelijen senior Eropa mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa bantuan kepada Iran berasal dari pengalaman Rusia dalam penggunaan drone dalam perang mereka sendiri dengan Ukraina.
Iran mendapatkan pengetahuan langsung tentang panduan taktis Rusia mengenai berapa banyak drone yang harus digunakan dalam operasi dan dari ketinggian berapa mereka harus menyerang.
Menurut laporan tersebut, Rusia juga telah memberikan informasi kepada Iran mengenai lokasi pasukan militer AS di Timur Tengah serta lokasi sekutu regionalnya.
Para ahli mengatakan bahwa citra satelit dapat memberikan detail dan pergerakan yang lebih akurat dari target berbasis darat maupun laut, yang dapat membantu dalam penargetan sebelum serangan serta penilaian kerusakan setelah serangan.
Data yang diberikan Moskow kepada Teheran berasal dari armada satelit yang dikelola oleh Angkatan Udara Rusia, yang menyediakan informasi intelijen untuk operasi militer, menurut para pejabat.
Terkait bantuan dari Rusia kepada Iran tersebut, pemerintahan Trump mengatakan hal itu tidak mengganggu operasi militer AS.
"Tidak ada hal apa pun yang diberikan kepada Iran oleh negara lain yang memengaruhi keberhasilan operasional kami," kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales.
"Militer Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 7.000 target dan menghancurkan lebih dari 100 kapal angkatan laut Iran, yang menyebabkan serangan rudal mereka menurun hingga 90 persen dan serangan pesawat tak berawak mereka menurun hingga 95 persen," tambahnya.