
UPdates—Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap delapan orang, termasuk lima wartawan peliput erupsi Gunung Anak Krakatau yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
You may also like :
MBG Dihentikan Sementara di Jakarta, Jabar, Banten, dan Lampung
Hingga berakhirnya pencarian hari keempat, Jumat, 11 September 2026, delapan orang yang menumpangi speedboat itu masih berstatus dalam pencarian (DP).
You might be interested :
Speedboat 5 Wartawan Peliput Anak Krakatau belum Ditemukan, Tim SAR Dapat Pelampung
Menurut Tim SAR Gabungan, belum terdapat informasi mengenai penemuan korban maupun tanda-tanda keberadaan survivor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan akan terus memperluas dan mengoptimalkan pencarian dengan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui jalur laut maupun udara.
Pada Jumat hari ini, pencarian dilakukan secara masif dengan membagi wilayah operasi menjadi sejumlah sektor, melibatkan berbagai unsur dan sarana laut serta dukungan udara.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Instagram Kantor SAR Banten, pencarian difokuskan di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga area yang lebih luas di Selat Sunda.
Unsur yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, TB Gunung Santri serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Selain pencarian melalui jalur laut, Tim SAR juga mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara.
Pada sektor khusus, KN SAR Tetuka 247 melaksanakan pencarian visual di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau dengan dukungan drone. Sementara RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sertung dan wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian juga diperluas ke sejumlah sektor lainnya. KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang melaksanakan penyisiran sesuai area pencarian yang telah ditentukan.
Dukungan udara dilakukan melalui Sektor H dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter HR-3604 melaksanakan pencarian dari udara setelah lepas landas dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB dan melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan hingga kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.
Kondisi cuaca selama operasi terpantau cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5–2,5 meter.