
UPdates—Pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep terus dikebut tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas dan unsur terkait.
You may also like :
Cuaca Ekstrem Jelang Natal dan Tahun Baru, DPR: Jangan Lengah!
Hingga hari ini, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua korban. Namun, proses evakuasi masih terkendala kondisi medan dan cuaca ekstrem di sekitar lokasi kejadian.
You might be interested :
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Pakai Batang Pohon di Tengah Kabut Tebal dan Medan Sulit
Meski begitu, situasi ini tidak menurunkan semangat para prajurit dan seluruh unsur SAR untuk terus melanjutkan upaya evakuasi hingga para korban berhasil dievakuasi.
Komandan Korem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M secara intensif melaksanakan koordinasi dengan Tim SAR gabungan terkait mekanisme dan percepatan proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan.
Koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan pembagian tugas, sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan aman, serta memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
Selain itu, koordinasi dilakukan guna memperoleh dan mengonsolidasikan informasi lapangan secara akurat terkait lokasi jatuhnya pesawat, kondisi medan, serta hambatan yang dihadapi, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Instagram Kodam Hasanuddin, Danrem menegaskan bahwa sinergi dan komunikasi yang baik antar unsur menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi kemanusiaan ini.
Untuk diketahui, pesawat nahas milik PT Indonesia Air Transport itu berisi 10 orang. Ada tujuh kru di dalam pesawat yakni Kapten Andy Dahananto, Kopilot Farhan Gunawan, Flight Operation Officer Hariadi, Engineer Restu Adi P, Engineer Dwi Murdiono, serta awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Sementara tiga penumpangnya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara), dan Yoga Noval (Operator Foto Udara).