Anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina. (Foto: dok/vel/DPR RI)

Timwas Haji DPR Temukan Pungli dan Tawaran "City Tour" di Masjidil Haram

20 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Tim Pengawas Haji DPR RI menemukan praktik pungutan liar (pungli) layanan kursi roda di kawasan Masjidil Haram yang melibatkan oknum tenaga musiman.
  • Praktik pungli ini ditemukan saat tim melakukan pengawasan langsung di area Sa'i dan berdialog dengan petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.
  • Temuan ini membuat Timwas Haji DPR menyoroti sistem rekrutmen tenaga musiman pendukung haji tahun ini, yang mencapai sekitar 1.100 orang.
  • Selain pungli kursi roda, tim juga mendalami dugaan keterlibatan oknum tenaga musiman dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk melakukan upaya pembadalan dan rekrutmen pungutan uang.
  • Oknum tenaga musiman juga melakukan penawaran city tour ilegal, yang bertolak belakang dengan imbauan resmi pemerintah untuk menjaga kesehatan jemaah menjelang puncak ibadah haji.
  • Timwas DPR RI akan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dengan menyampaikannya pada rapat dengan Amirul Hajj maupun dengan pihak Kementerian terkait.
  • Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengawasan terhadap praktik pungli dan penawaran ilegal lainnya di kawasan Masjidil Haram.
atau

UPdates—Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) layanan kursi roda yang melibatkan oknum tenaga musiman (Temus) di kawasan Masjidil Haram.

You may also like : haji indonesiasetkabgo 1654430849Pemerintah Janji Turunkan Biaya Haji

Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina mengungkap temuan mengejutkan ini usai melakukan pengawasan langsung di area Sa'i pada Selasa, 19 Mei 2026 waktu Saudi.

You might be interested : masjidil haram mekkah gulf newsRamadan 2025, Arab Saudi Masuki Musim Semi dan Cenderung Dingin

Politikus PDIP itu menjelaskan, temuan tersebut didapatkan saat timnya berdialog dan memantau kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Masjidil Haram.

Menurutnya, petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan tersebut melaporkan adanya oknum petugas yang meminta bayaran tidak resmi kepada jemaah untuk fasilitas kursi roda.

"Mereka berhasil menemukan adanya oknum dari petugas atau tenaga musiman yang ternyata melakukan pengambilan pungutan kursi roda. Tentu ini menjadi bahan evaluasi kami di DPR RI," ungkap Selly sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026.

Dengan adanya temuan ini, Timwas Haji DPR menyoroti secara khusus sistem rekrutmen tenaga musiman pendukung haji tahun ini.

Selly mengatakan, jumlah tenaga musiman yang direkrut pemerintah mencapai angka yang cukup besar, yakni sekitar 1.100 orang, yang mayoritas terdiri dari warga negara Indonesia yang menetap di Arab Saudi (mukimin) serta kalangan mahasiswa.

Selain pungli kursi roda, Selly memaparkan bahwa pihaknya juga tengah mendalami dugaan keterlibatan oknum tenaga musiman tersebut dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

"Evaluasinya adalah apakah mereka ini bekerja sama dengan oknum-oknum dari KBIHU untuk melakukan upaya pembadalan (badal haji), rekrutmen pungutan uang dari kursi roda, dan yang paling menarik adalah mereka juga melakukan penawaran city tour," urai Selly.

Penawaran paket jalan-jalan atau city tour ilegal ini sangat disayangkan karena bertolak belakang dengan imbauan resmi pemerintah.

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menguras fisik, jemaah seharusnya difokuskan untuk beristirahat di pemondokan guna menjaga stamina.

"Padahal sudah ada imbauan menjelang puncak Armuzna para jemaah harus menjaga kesehatan mereka," katanya.

Sebagai tindak lanjut atas rentetan temuan di Masjidil Haram ini, Selly memastikan bahwa Timwas DPR RI akan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

"Tentu ini nanti akan kami sampaikan pada saat rapat dengan Amirul Hajj maupun dengan pihak Kementerian terkait," pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >