
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengklaim pada hari Sabtu waktu Amerika bahwa beberapa pemimpin militer Iran telah "dihabisi" dalam apa yang ia gambarkan sebagai serangan besar-besaran di Teheran.
You may also like :
Trump: Perang Rusia-Ukraina Bisa Meningkat Jadi Perang Dunia III
Trump mengumumkan klaim itu dalam unggahan video yang dibagikan di platform Truth Social miliknya.
You might be interested :
Hari Ini Harga Minyak Menembus Angka US$116 per Barel
“Banyak pemimpin militer Iran, yang telah memimpin mereka dengan buruk dan tidak bijaksana, telah dihabisi, bersama dengan banyak hal lainnya, dengan serangan besar-besaran ini di Teheran!” ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 5 April 2026.
Ia tidak memberikan detail lebih lanjut tentang waktu, cakupan, pemimpin militer yang dimaksud, atau pelaku serangan yang dilaporkan tersebut.
Selain klaim tersebut, Donald Trump juga mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran terkait Selat Hormuz. Ia menegaskan, Iran memiliki waktu 48 jam untuk memenuhi tuntutan Washington untuk membuat kesepakatan atau membuka kembali Selat Hormuz.
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ. Waktu hampir habis - 48 jam sebelum semua malapetaka menimpa mereka," ujar Trump.
Namun, Iran sama sekali tidak gentar. Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dari komando militer pusat Iran menyebut ancaman Trump adalah "tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh".
Perkembangan ini terjadi ketika pasukan AS dan Iran berupaya keras dan berlomba mencari seorang pilot Amerika yang pesawatnya ditembak jatuh.
Kawasan Teluk bergolak sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Iran juga telah membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.