
UPdates—Pasukan AS melancarkan serangkaian serangan baru terhadap Iran setelah Teheran membalas serangan mereka dengan menggempur pangkalan militer Amerika di Yordania.
You may also like :
Hari Ini Iran Lancarkan Serangan Rudal dan Drone ke Yordania, Bahrain dan Kuwait
Serangan AS pada 1 September, yang dimulai pada pukul 12.00 siang waktu setempat menandai eskalasi pertempuran yang kembali terjadi setelah jeda aksi militer selama satu bulan.
You might be interested :
Iran Terus Melawan, Trump Kesal Ditanya Soal Kemungkinan Pakai Senjata Nuklir
Komando Pusat AS tidak merinci lokasi serangan dalam pernyataannya, namun menyebutkan bahwa serangan itu menyasar target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Setelah serangan itu, Presiden AS, Donald Trump dalam sebuah pernyataan memperingatkan bahwa jika Iran melakukan serangan balasan, mereka akan dipukul lagi dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan dahsyat.
"Namun, itu bukan serangan terbesar; serangan itu sudah disiapkan dan, saat semuanya usai, hanya akan tersisa sedikit saja dari Republik Islam Iran!" tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari USA Today, Rabu, 2 September 2026.
Namun, ancaman serangan besar Trump tak membuat ciut nyali Iran. Korps Garda Revolusi Iran beberapa jam kemudian mengumumkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, UEA, Kuwait, Bahrain, dan wilayah otonom Kurdistan di Irak.
Ini merupakan aksi saling serang paling sengit dalam beberapa minggu terakhir di tengah konflik yang telah berlangsung selama enam bulan ini.
Serangan-serangan baru ini memperparah kebuntuan dalam perang tersebut, di mana Iran tetap memegang kendali ketat atas jalur ekspor minyak Selat Hormuz sementara AS terus menekan dengan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Terkait serangan terbaru, Bulan Sabit Merah Iran pada hari Selasa menyatakan bahwa empat orang, termasuk seorang anak-anak, tewas dan lebih dari 50 orang terluka akibat serangan AS saat mereka menghadiri pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Sebuah video yang dibagikan oleh akun pemerintah Iran memperlihatkan puing-puing dan kerusakan parah di lokasi yang disebut sebagai tempat pesta pernikahan di Sirik pasca-serangan AS, dengan suara orang-orang yang berteriak terdengar di latar belakang.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam keras Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai "Setan".
"Jika suatu kekuatan bertindak seperti setan, memilih target seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka ia adalah setan. Melindungi setan junior yang melakukan hal serupa? Itu berarti ia adalah Setan Besar yang sesungguhnya," tulisnya di X.
Militer AS tidak menanggapi secara langsung mengenai serangan terhadap pesta pernikahan tersebut.
Putaran pertempuran terbaru dimulai ketika Washington menyerang target-target Iran pada hari Minggu. Ini merupakan serangan pertama yang diketahui dalam beberapa minggu terakhir.
Pasukan Teheran kemudian menargetkan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab, sementara proyektil menghantam dua kapal tanker minyak dalam serangan yang tidak diklaim oleh pihak mana pun.
Serangan AS lainnya terjadi pada hari Selasa. Televisi pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di wilayah selatan negara itu di sepanjang Selat Hormuz dan di sebuah pulau di Teluk, serta menyebutkan bahwa pasukan AS menghantam bandara di provinsi selatan Kerman.
Tujuh orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan rudal di provinsi selatan Khuzestan, menurut laporan IRNA.
IRGC menyatakan bahwa empat anggota pasukan kedirgantaraan mereka tewas dalam serangan AS di provinsi barat Kermanshah, dan tiga anggota paramiliter tewas dalam serangan di Pulau Lavan di Teluk.
Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa serangan balasan mereka mencakup serangan terkoordinasi menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap pangkalan AS di Erbil yang menghancurkan pusat pemeliharaan, gudang, dan sistem pemandu aerostat pengintai milik AS, menurut pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah IRNA.
Seorang jurnalis AFP melaporkan mendengar suara ledakan di dekat bandara Erbil, tempat pasukan koalisi ditempatkan.
Garda Revolusi juga mengumumkan serangan rudal balistik terhadap kamp pelatihan Marinir AS di Yordania, tepatnya di Teluk Aqaba dekat perbatasan dengan Israel dan Arab Saudi, menurut kantor berita Iran, Tasnim.
Di wilayah Teluk yang kaya minyak, sirene peringatan serangan udara berbunyi di Bahrain dan Kuwait. Pihak berwenang Kuwait menyatakan bahwa sebuah drone Iran memicu kebakaran di sebuah kompleks perumahan. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Juru bicara Garda Revolusi, Hossein Mohebi, sebelumnya telah memperingatkan melalui platform X bahwa Washington akan menyesali serangan-serangan barunya, seraya menegaskan bahwa hukuman berat menanti para agresor.
Perang Timur Tengah bermula pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran runtuh setelah terjadinya serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang dilalui oleh seperlima pasokan minyak dunia.
Insiden di selat tersebut terus berlanjut, dan Garda Revolusi Iran pada hari Rabu menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau akibat desakan militer AS untuk melintasi rute ilegal.