
UPdates—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghentikan pembunuhan pejuang Hamas yang terjebak di zona kuning yang dikuasai Israel dalam sebuah panggilan telepon.
You may also like :
Massa Injak Bendera Israel dan Foto Netanyahu di Aksi Indonesia Lawan Genosida di Jakarta
Detail panggilan telepon antara Presiden AS dan Perdana Menteri Israel itu diungkapkan oleh televisi Israel.
You might be interested :
Israel Sudah Bunuh 51.439 Warga Gaza, Hari Ini 4 Tewas dan 30 Tertimbun Reruntuhan
Menurut para pejabat AS, Presiden Trump mengangkat beberapa isu yang mendorong Netanyahu untuk menyesuaikan pendekatannya, dimulai dengan mengizinkan fase kedua perjanjian yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza. Ia juga meminta klarifikasi terkait para pejuang Hamas di terowongan Rafah.
Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat telah berupaya membuat kesepakatan antara Israel dan Hamas agar para pejuang yang terjebak ini diserahkan dengan imbalan amnesti dan jalur aman ke wilayah yang dikuasai Hamas atau ke negara ketiga.
Pemerintah memandang hal ini sebagai kerangka kerja yang memungkinkan untuk melucuti senjata Hamas dan tidak puas dengan kurangnya kerja sama Israel.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Memo, Rabu, 3 Desember 2025, dalam panggilan telepon tersebut, Trump menurut para pejabat AS bertanya kepada Netanyahu mengapa mereka dibunuh alih-alih diizinkan menyerah.
Netanyahu dilaporkan menjawab bahwa mereka bersenjata dan berbahaya, sehingga mereka disingkirkan.
Presiden AS memberi tahu Netanyahu bahwa ia yakin masalah pemberian amnesti dari tuduhan korupsi akan diselesaikan, meskipun ia tidak berkomitmen untuk mengambil tindakan lebih lanjut.