Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (Foto: Anadolu)

Trump Sebut Perang Darat Buang-Buang Waktu, Dikritik Presiden Brasil karena Sering Membual tentang Kekuatan Militernya

6 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan saat ini tidak mempertimbangkan pengerahan pasukan darat Amerika dalam perang melawan Iran.

You may also like : pesawat spirit reutersPesawat Diberondong Peluru saat akan Mendarat, Pramugari Terkena Tembakan

Sebagaimana laporan NBC News, Trump menegaskan, mengirim pasukan ke Iran hanya akan membuang-buang waktu.

You might be interested : james comeyUnggahan "8647" Eks Direktur FBI, Trump: Itu Berarti Pembunuhan

Penegasan Trump menepis peringatan menteri luar negeri Iran bahwa langkah perang darat akan membawa bencana bagi para penyerang.

"Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa mereka hilangkan," katanya kepada NBC melalui telepon sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari TRT World, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi sebelumnya bahwa Iran siap untuk invasi darat AS atau Israel adalah komentar yang sia-sia.

Trump sendiri mengindikasikan bahwa ia ingin melihat struktur kepemimpinan Iran disingkirkan dan mereka ingin masuk untuk membersihkan semuanya dengan cepat.

"Kami tidak menginginkan seseorang yang akan membangun kembali selama periode 10 tahun," katanya.

Miliarder properti yang beralih menjadi politikus itu menambahkan bahwa ia memiliki ide untuk pemimpin baru tetapi menolak untuk menyebutkan nama siapa pun.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa dirinya "harus terlibat" dalam penunjukan pemimpin Iran berikutnya setelah serangan AS-Israel menewaskan Ali Khamenei ketika konflik dimulai pada hari Sabtu.

Sementara itu, Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva mengkritik Trump karena sering membual tentang kekuatan militernya.

Lula da Silva menyebut Trump terlalu sering menyoroti ukuran militer AS. Padahal menurut Lula, sumber daya global seharusnya diarahkan untuk mengatasi kelaparan dan kemiskinan.

“Apakah menurut Anda normal bagi Presiden Trump untuk terus mengatakan setiap hari: ‘Saya memiliki kapal terbesar di dunia. Saya memiliki tentara terbesar di dunia’?” kata Lula sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Jumat, 6 Maret 2026.

“Mengapa dia tidak mengatakan: ‘Saya memiliki kapasitas produksi terbesar di dunia’? Bukankah itu jauh lebih sederhana? Dan bukankah itu terdengar lebih baik di telinga kita?” lanjutnya.

Lula mengatakan bahwa uang yang saat ini dihabiskan untuk memperluas persenjataan militer di zona konflik dapat digunakan untuk mengatasi kelaparan global.

Menurut presiden Brasil itu, dana tersebut dapat menyediakan sekitar $4.285 untuk setiap dari hampir 630 juta orang di seluruh dunia yang menderita kelaparan.

“Apakah Anda melihat bahwa tidak akan ada kelaparan di dunia jika pemerintah menunjukkan akal sehat?” katanya.

“Mereka yang seharusnya khawatir tentang kelaparan malah khawatir tentang perang,” tambah presiden Brasil.

Ia mengatakan pengeluaran militer global dapat mengakhiri kelaparan, menyediakan air bersih untuk setiap desa, dan memastikan semua anak bersekolah. Namun, menurut Lula, sumber daya malah digunakan untuk mengembangkan senjata yang lebih merusak.

Lula juga mengkritik Dewan Keamanan PBB karena memprioritaskan pengeluaran militer yang lebih tinggi dan konflik bersenjata daripada berfokus pada kesejahteraan global.

“Jika para anggota yang mengkoordinasikan Dewan Keamanan itu peduli tentang kelaparan alih-alih membahas, seperti yang sekarang dibahas di Eropa, penguatan persenjataan negara dan investasi dalam pertahanan, kelaparan dapat diatasi di seluruh dunia,” tandasnya.

Font +
Font -