
UPdates—Presiden AS, Donald Trump pada hari Kamis waktu setempat mengindikasikan bahwa perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang kini memasuki hari ke-21 akan segera berakhir.
You may also like :
Dua Pilot Angkatan Laut AS Ditembak Jatuh di Laut Merah
Ia juga memuji Angkatan Darat AS karena menurutnya mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.
You might be interested :
Trump Protes Presiden Biden Perintahkan Bendera Dikibarkan Setengah Tiang saat Ia Dilantik
Berbicara di Ruang Oval selama pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Trump menjelaskan bahwa ia telah menasihati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi jenis serangan yang dilakukan Israel terhadap ladang gas utama Iran.
Namun, ia tidak menyebutkan apakah ia memiliki pengetahuan sebelumnya atau menyetujui serangan Israel tersebut sebelumnya.
Sebelumnya, Trump mencatat bahwa Washington tidak tahu apa-apa tentang serangan khusus ini.
Serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran memicu serangan udara Iran terhadap infrastruktur energi di Qatar dan di seluruh Timur Tengah, yang merupakan salah satu eskalasi paling signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
"Saya sudah bilang kepadanya, jangan lakukan itu, dan dia tidak akan melakukannya," tegas Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Shafaq News, Jumat, 20 Maret 2026.
Tiga pejabat Israel, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, menggambarkan komentar Trump di media sosial sebagai hal yang tidak mengejutkan.
Mereka membandingkan respons tersebut dengan serangan Israel sebelumnya terhadap depot bahan bakar di Iran beberapa minggu yang lalu.
Setelah serangan tersebut, Kepala Pentagon Pete Hegseth mengklarifikasi. “Dalam kasus khusus itu, itu bukan serangan kami," tegasnya saat itu.
Serangan balasan Iran telah menimbulkan kerusakan besar pada pabrik gas terbesar di dunia di Qatar, menargetkan kilang minyak di Arab Saudi, dan memaksa Uni Emirat Arab untuk menangguhkan operasi di fasilitas gas.