
UPdates - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan memberikan sanksi ekonomi kepada negara manapun yang membantu atau berbisnis dengan Iran.
You may also like :
Ngaku Senang Pangeran Harry dan Meghan Sudah tak Tinggal di AS, Trump: Saya tidak Menyukai Mereka
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, Kamis, 20 Agustus 2026.
You might be interested :
Trump Minta Iran jangan Balas Serangan AS, IRGC Malah Gempur Pangkalan AS di Yordania, UEA, Kuwait, Bahrain, dan Irak
Meski demikian, Trump tidak merinci bentuk sanksi yang akan diterapkan maupun menyebut nama negara tertentu dalam pernyataannya.
Trump mengatakan pihaknya tengah meluncurkan operasi ekonomi yang sangat keras terhadap Iran.
Ancaman tersebut muncul setelah gencatan senjata selama 60 hari dengan Iran berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026.
Hingga kini, belum terlihat jalur diplomatik maupun militer yang jelas untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah terbaru Trump dinilai memperluas kampanye tekanan ekonomi terhadap Teheran yang dijalankan melalui Operasi Economic Fury. Operasi tersebut diluncurkan pada April untuk menargetkan bank dan perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan Iran.
Trump mengatakan dirinya meluncurkan “D-Day ekonomi” terhadap Iran karena negara tersebut gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Ia memperingatkan negara yang memberikan bantuan keuangan atau ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi besar.
Ancaman tersebut mencakup negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintah membantu Iran. Trump juga menyerukan penghentian penyelundupan minyak dan berbagai jalur transfer dana ke Iran.
Operasi Economic Fury bertujuan memutus sumber pendapatan Iran melalui sanksi dan penghentian aktivitas bisnis asing dengan Teheran.
Operasi tersebut juga mencakup blokade laut untuk menghentikan ekspor Iran. Sementara itu, Amerika Serikat dan Oman secara terpisah tengah bernegosiasi dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.