
UPdates– Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa dia menunda serangan militer ke Iran yang direncanakan pada hari Selasa ini.
You may also like :
Iran Ejek Trump: Kami akan Buka Selat Hormuz atas Perintah Imam Khamenei, bukan atas Cuitan Beberapa Idiot
Ia mengatakan bahwa penundaan itu atas permintaan negara-negara Teluk karena negosiasi serius sedang berlangsung.
You might be interested :
2 Hari Rudal Iran Bikin 14.583 Kerusakan di Israel, Trump: Semua Orang harus Segera Mengungsi dari Teheran
Lewat unggahan di Truth Social, Trump mengatakan dia telah diminta untuk melakukan hal itu oleh para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Meski begitu, Trump memperingatkan bahwa militer AS akan siap untuk melanjutkan serangan skala besar ke Iran, kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima.
Belum ada tanggapan Iran terkait pernyataan terbaru Trump. Namun, seorang pejabat militer AS pada hari Selasa mengungkapkan bagaimana antisipasi Iran terkait perang lanjutan.
Menurut pejabat itu, Teheran telah memanfaatkan periode tenang dan gencatan senjata untuk membuka kembali dan mengoperasikan puluhan situs dan fasilitas yang didedikasikan untuk penempatan dan peluncuran rudal balistik dan jelajah.
Peningkatan aktivitas Iran ini terjadi sebagai antisipasi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer skala penuh terhadapnya oleh Amerika Serikat, menyusul pernyataan tegas Presiden Donald Trump baru-baru ini mengenai masalah tersebut.
The New York Times mengutip pernyataan pejabat tersebut yang mengatakan bahwa intelijen AS telah mendeteksi pasukan Iran memindahkan sejumlah besar peluncur rudal bergerak ke lokasi alternatif baru.
Ini sebagai persiapan untuk konflik bersenjata yang diperbarui dan konfrontasi langsung di kawasan tersebut antara Teheran dan Washington.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, laporan tersebut menjelaskan bahwa penilaian militer menunjukkan Iran telah memulihkan kemampuan operasional di sekitar 30 dari 33 lokasi rudal di sepanjang Selat Hormuz yang strategis.
Lebih jauh lagi, Iran telah membuka fasilitas bawah tanahnya yang dalam, yang digali di bawah pegunungan granit, untuk melindungi persenjataan dan rudalnya dari serangan udara pendahuluan.