
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa nota kesepahaman dengan Iran sudah berakhir.
You may also like :
Serang Ukraina dengan Rudal Hipersonik, Rusia Kirim "Ancaman" ke AS dan Inggris
Tak lama kemudian, diumumkan bahwa Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth membatalkan rencana perjalanannya ke Israel.
You might be interested :
10 Menit Israel Serang Lebih 100 Lokasi di Lebanon, Ribuan Tewas dan Luka, IRGC: Hentikan atau Menyesal!
Berbicara di awal KTT NATO di Turki, Trump menuduh Iran sebagai "pemain kotor" karena menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan melanggar gencatan senjata.
"Saya pikir sudah berakhir," kata Trump ketika ditanya tentang perjanjian dengan Iran sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari APA, Rabu, 8 Juli 2026.
Trump menambahkan bahwa dia tidak ingin terus berurusan dengan Teheran, menggambarkan orang-orang Iran sebagai "orang-orang sakit."
Komentar Trump muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam mengatakan telah melancarkan serangan terhadap target militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan Amerika terhadap Iran.
Presiden AS mengatakan Washington membuang-buang waktu dengan berbicara dengan Iran dan menyatakan keinginan untuk menjauh dari diplomasi.
“Kita harus menyingkirkan kanker mereka, kanker mereka. Dan tahukah Anda apa yang harus dilakukan? Anda harus membasmi kanker sejak dini. Dan itulah yang saya rasakan,” ujarnya.
Eskalasi terbaru ini menyusul serangan AS terhadap Iran setelah Washington mengatakan Teheran menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, yang semakin menekan gencatan senjata yang sudah rapuh.