
UPdates—China pada hari Jumat menyerukan dialog setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kekuatan besar sedang menuju Iran.
You may also like :
Repotnya Nikah di Suku Ini, Calon Pengantin Wajib Nangis Sebulan, Dipakai Protes Mak Comblang
Beijing berharap Iran akan menjaga stabilitas nasional, dan semua pihak akan menghargai perdamaian, menahan diri, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
You might be interested :
Perang Gaza belum Berakhir, Serangan Israel Tewaskan 104 Warga Palestina
Seruan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing.
Sebelumnya, Trump kepada wartawan pada hari Kamis di atas Air Force One dalam perjalanan ke Washington, DC, dari Davos, Swiss menyebut armada militer mereka sedang bergerak ke Iran.
"Anda tahu, kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar (yang menuju) ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Jumat, 23 Januari 2026.
"Kami memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak melihat sesuatu terjadi," tambahnya
Trump mengatakan AS sedang mengawasi Iran dengan sangat cermat.
"Kami memiliki armada. Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Kita lihat saja," tegasnya.
Pada puncak protes di Iran awal bulan ini, Trump telah memperingatkan bahwa AS akan mengambil tindakan yang sangat keras terhadap Teheran.
Akan tetapi ketegangan telah menurun selama seminggu terakhir seiring meredanya demonstrasi di Iran.
Jumlah korban tewas akibat protes anti-pemerintah di Iran meningkat menjadi 5.002, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS pada hari Kamis.
Pejabat Iran menuduh AS mendukung apa yang mereka sebut sebagai perusuh bersenjata, yang telah melakukan beberapa serangan di tempat umum di seluruh negeri.
Guo juga menanggapi laporan bahwa AS akan mengizinkan China untuk membeli minyak Venezuela tetapi tidak dengan harga di bawah harga pasar yang digunakan untuk menjual minyak mentah selama pemerintahan Presiden Nicholas Maduro yang ditangkap.
Ia menegaskan bahwa negara Amerika Selatan itu adalah negara berdaulat dan memiliki hak untuk secara independen memilih mitra kerja samanya.
Pemerintahan Trump, dalam operasi militer pada 3 Januari, menangkap pemimpin Venezuela Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas, dan menerbangkan mereka ke New York, tempat pasangan itu ditahan.