Greenwood dan Matteo Guendouzi terlibat dalam situasi kacau setelah Fenerbahce mengalahkan Lyon (Foto: Ahmad Mora/Getty Images)

UEFA Selidiki Greenwood dan Guendouzi, Buntut Insiden di Play-off Kualifikasi Liga Champions

3 September 2026
Font +
Font -

UPdates—UEFA sudah memulai proses penyelidikan terhadap mantan penyerang Manchester United yang kini membela Fenerbahce, Mason Greenwood dan Matteo Guendouzi menyusul insiden di play-off kualifikasi Liga Champions.

You may also like : fenerbahce enFenerbahce Serius Ingin Meminang, AC Milan Masih Jual Mahal

Penyelidikan UEFA tersebut diumumkan langsung Fenerbahce. Klub Turki itu menyampaikan bahwa UEFA telah memulai proses disipliner yang melibatkan Greenwood dan Guendouzi, menyusul pertandingan bulan lalu melawan Lyon.

You might be interested : liga europaHasil Matchday ke-7 Liga Europa: Lyon dan Aston Villa Kunci Tiket 16 Besar

Pertandingan di Prancis, yang dimenangkan Fenerbahce dengan skor 2-1, diwarnai oleh insiden kacau setelah peluit akhir dibunyikan di Stadion Groupama.

Greenwood diduga sedang disorot karena keterlibatannya dalam keributan pasca-pertandingan, sementara Guendouzi dituduh memprovokasi pendukung Lyon saat ia meninggalkan lapangan usai pertandingan berakhir.

Perselisihan tersebut berlanjut hingga ke lorong pemain, melibatkan personel dari kedua tim. Seorang individu, yang tampak mengenakan pakaian olahraga (tracksuit) Lyon, kemudian muncul dan terlihat melancarkan tendangan melompat ke arah Guendouzi.

Greenwood, 24 tahun, juga berada di tengah situasi kacau tersebut ketika beberapa pendukung Lyon mencoba masuk ke lapangan saat perayaan kemenangan Fenerbahce.

"Menyusul pertandingan leg kedua play-off Liga Champions UEFA, proses disipliner telah dimulai oleh UEFA terkait pemain kami, Matteo Guendouzi dan Mason Greenwood, serta Klub kami,” demikian pernyataan Fenerbahce sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Daily Star, Kamis, 3 September 2026.

Fenerbahce memastikan akan mengajukan pembelaan yang diperlukan di hadapan komite UEFA terkait demi melindungi hak dan kepentingan kedua pemain mereka dan juga klub.

“Semua informasi, dokumen, dan pembelaan yang diperlukan akan diserahkan kepada UEFA, dan perkembangannya dipantau secara ketat oleh Klub kami. Kami menyampaikan hal ini kepada publik sebagai informasi," jelas Fenerbahce.

Setelah pertandingan, Guendouzi mengungkapkan rasa tidak dihargai oleh pendukung tuan rumah yang mengejek dirinya dan keluarganya.

"Anda tahu, ketika ada 60.000 orang menghina keluarga Anda, ibu Anda, anak-anak Anda—bahkan sebelum pertandingan dimulai—dan tidak ada seorang pun dari tim wasit yang meminta penonton di stadion untuk tenang," keluhnya.

Menurutnya, di Prancis, ketika hal semacam ini terjadi, ada saatnya mereka akan berbicara kepada para pendukung dan pertandingan mungkin akan dihentikan.

“Selama 90 menit—bahkan lebih lama jika menghitung waktu pemanasan—mereka menghina keluarga saya. Hal itu benar-benar memengaruhi perasaan saya. Jika ingin saling melontarkan ejekan, itu harusnya terjadi dua arah. Mereka menghina ibu dan keluarga saya; bagi saya, itu adalah tindakan yang tidak menghormati," sesalnya.

Pelatih kepala Fenerbahce, Ismail Kartal, kemudian memberikan dukungan penuh kepada pemain internasional Prancis tersebut.

"Sebagai sebuah tim, kami semua bersatu untuk mendukung Guendouzi. Dukungan telah diberikan. Itulah esensi dari kerja sama tim," ujarnya.

Greenwood adalah bagian dari skuad Fenerbahce yang berhasil menembus putaran utama Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2009. Mereka akan menghadapi AS Roma, Aston Villa, Slavia Praha, Liverpool, Shakhtar Donetsk, LASK, Villarreal, dan Atletico Madrid di fase liga.

Dengan kembalinya United ke kompetisi ini, ada kemungkinan Greenwood akan berhadapan dengan mantan klubnya, namun hal itu hanya bisa terjadi jika kedua tim berhasil lolos dari fase liga.

Greenwood pindah ke Fenerbahce dari Marseille dengan kontrak berdurasi empat tahun pada bulan Juli lalu.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >