
UPdates - Badai musim dingin mematikan yang membawa hujan salju lebat di seluruh Amerika Serikat menyebabkan pemadaman listrik bagi ratusan ribu orang di wilayah Selatan dan melumpuhkan perjalanan di wilayah Timur Laut.
You may also like :
Trump Minta Netanyahu Akhiri Perang Gaza sebelum Dilantik Jadi Presiden AS
Disadur Keidenesia.TV dari abcnews, Rabu, 28 Januari 2026, badai salju tersebut juga telah menyebabkan Sedikitnya 42 orang tewas di seluruh AS.
You might be interested :
17 Negara Bagian Amerika Serikat dalam Status Darurat
Sementara itu, American Airlines menyatakan bahwa ini adalah badai paling merusak dalam sejarah 100 tahun maskapai tersebut. American Airlines telah membatalkan lebih dari 9.000 penerbangan dan memperkirakan dampaknya akan terasa selama dua hari lagi.
American Airlines mengatakan bahwa di seluruh AS, lebih dari 2.000 penerbangan dibatalkan pada hari Selasa, dengan Dallas, Boston, dan New York yang paling terdampak.
Menurut data Cirium, lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu, menandai jumlah pembatalan tertinggi sejak pandemi.
Dilaporkan badai musim dingin ini juga menyebabkan Lebih dari 500 ribu pelanggan masih mengalami pemadaman listrik, dengan pemadaman terburuk terjadi di Tennessee, Mississippi, dan Louisiana.
Kondisi ini juga menyebabkan sekolah-sekolah negeri di Nashville, Tennessee, akan tetap tutup pada hari Rabu ini dan Kamis besok karena kota tersebut tengah menghadapi pemadaman listrik besar-besaran, kata para pejabat setempat.
Sekitar 220 juta warga Amerika kini berada dalam keadaan waspada terhadap suhu dingin ekstrem yang diperkirakan akan terjadi setelah badai musim dingin yang memecahkan rekor pada akhir pekan lalu, Minggu, 25 Januari 2026,
Peringatan cuaca dingin ekstrem dan imbauan cuaca dingin meluas dari Texas dan Florida di Selatan hingga New York di Timur Laut dan Detroit di Midwest.
