
UPdates—Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal dan Tibet terus bertambah.
You may also like :
Update Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet: 160 Tewas dan 579 Turis Hilang
Banjir bandang yang menerjang lembah dengan gemuruh hebat dan meluluhlantakkan desa-desa itu hingga Kamis malam dilaporkan sudah menewaskan sedikitnya 356 orang.
You might be interested :
Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, 400 Turis Hilang, Dikhawatirkan Banyak yang Tewas
Selain korban tewas, tim penyelamat sedang mencari hampir 1.400 orang yang hilang. Sebagian besar mereka yang hilang merupakan wisatawan.
Upaya pencarian korban hilang—termasuk ratusan warga India, AS, Inggris, Australia, dan Kanada—terkendala oleh rusaknya puluhan jembatan dan jalan sepanjang hampir 40 km di wilayah pegunungan yang populer di kalangan pendaki dan peziarah tersebut.
Sementara itu, sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Guardian, Kamis, 27 Agustus 2026, risiko baru dilaporkan muncul saat danau di lokasi banjir terancam jebol.
Sebuah danau yang terbentuk di lokasi banjir Nepal kini permukaan airnya terus naik dan berisiko jebol, demikian pernyataan otoritas penanggulangan bencana setempat.
Mereka juga mengimbau warga dan tim penyelamat untuk menjauhi tepian sungai.
Menurut laporan Reuters yang mengutip pernyataan otoritas tersebut, danau itu terbentuk akibat tersumbatnya aliran sungai pada hari Rabu.
Rekaman video dari bencana hari Rabu memperlihatkan bagaimana dahsyatnya bencana ini.
Di Nepal, truk-truk terbalik serta rumah, jalan, dan pembangkit listrik tersapu arus.
Tim penyelamat telah menemukan jenazah di lokasi yang berjarak ratusan mil ke arah hilir dari zona bencana di distrik Chitwan, Nepal, dekat perbatasan Tibet.
Sementara itu, pejabat di Tibet mengkhawatirkan adanya korban jiwa dalam jumlah besar setelah tanah longsor melanda titik perlintasan perbatasan.