
UPdates – BPBD Kabupaten Sitaro memastikan jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara pada Senin, 5 Januari 2026 bertambah.
You may also like :
Banjir Bandang di Maroko Tewaskan 37 Orang
Hingga Selasa 6 Januari 2026 pagi, total 14 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.
You might be interested :
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal 1.141 Jiwa, 163 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Basarnas Sulut, George Randang, berdasarkan verifikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro dan tim penanganan bencana.
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Keidenesia.TV, Selasa, 6 Januari 2026, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa selain korban meninggal dunia, kejadian ini turut berdampak pada 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi.
Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids ware, dan makanan siap saji di pengungsian.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Merespon keadaan darurat ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 (empat belas) hari TMT 5 Januari s.d 18 Januari 2026.
Untuk keperluan pembukaan akses jalan yang putus, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke lokasi bencana dengan target kerja ketika cuaca telah memungkinkan.