
UPdates—Jumlah korban tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,2 dan 7,5 di Venezuela meningkat menjadi setidaknya 1.430 orang.
You may also like :
Hasil UEFA Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia: Italia Permalukan Belgia, Brasil Imbang
Data itu disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuel, Jorge Rodríguez pada hari Sabtu waktu setempat.
You might be interested :
Jumlah Korban Sementara Gempa Venezuela: 164 Tewas dan 971 Terluka
Selain korban tewas, ada setidaknya 3.238 orang terluka, kata Rodríguez, dan 3.142 keluarga kehilangan rumah mereka.
Anggota parlemen itu menambahkan bahwa negara tersebut telah mengalami setidaknya 430 gempa susulan setelah dua gempa utama pada hari Rabu yang menghambat upaya pencarian dan penyelamatan.
Upaya penyelamatan sudah mencapai titik kritis pada Sabtu malam waktu setempat. Rentang 72 jam merupakan waktu yang sangat penting untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Setelah tiga hari, peluang seseorang untuk bertahan hidup tanpa air menurun dengan cepat. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak penyelamatan korban selamat masih dapat dilakukan dalam lima atau enam hari pertama setelah bencana.
David Emmanuel Villa Tejeda, yang berada di Caracas bersama tim penyelamat Meksiko Los Topos, atau Moles, mengatakan situasi di lapangan "sulit" karena bangunan yang rusak sangat tinggi dan ada begitu banyak yang harus dicari.
"Sulit karena gempa bumi terjadi berturut-turut, dan tidak terlalu dalam. Itulah yang menyebabkan begitu banyak bangunan runtuh," kata Villa Tejeda kepada wartawan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN, Minggu, 28 Juni 2026.
Prospeknya negatif, setidaknya di gedung tempat dia bekerja di ibu kota. Ia mengatakan bahwa, karena cara struktur bangunan runtuh, sangat sulit untuk menemukan mereka dalam keadaan hidup.
Meskipun demikian, Tejeda tetap berpegang pada harapan karena pengalaman mereka di masa lalu. “Kami telah menarik orang-orang keluar setelah 10 hari, di bawah reruntuhan, masih hidup,” ujarnya.
Loyce Pace, Direktur Regional Palang Merah untuk Amerika, mengatakan kepada CNN bahwa gempa susulan yang sering terjadi setelah gempa bumi memengaruhi upaya penyelamatan bagi para korban yang terjebak di bangunan yang runtuh.
“Saya tidak tahu apakah orang-orang menyadari betapa konstannya ancaman ini. Ada getaran terus-menerus setiap kali saya berbicara di telepon dengan tim saya di sana,” kata Pace.
Menurutnya, ini sesuatu yang cukup konstan dan cukup menakutkan. “Ini berarti tim kami harus sangat berhati-hati ketika memasuki komunitas ini untuk menilai kerusakan atau memberikan layanan,” jelasnya.