
UPdates—Sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).
You may also like :
Korban Tewas Banjir Bandang Texas Sudah 104 Orang, Banyak yang Masih Hilang
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan di Bandung, Sabtu, 24 Januari 2026 mengatakan bahwa enam jenazah sudah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi.
You might be interested :
Update Gempa Myanmar: 144 Orang Tewas dan 732 Terluka, 117 Terjebak di Gedung Pencakar Langit yang Runtuh
"Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan masih ada tiga lainnya yang masih dalam proses identifikasi," jelas Hendra sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Antara Jabar, Sabtu, 24 Januari 2026.
Proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan di tengah keterbatasan akibat cuaca ekstrem.
Beberapa bagian tubuh sudah memiliki pembanding sidik jari terhadap bagian tubuh yang sudah dievakuasi dan kini dalam proses identifikasi melalui data sebelum meninggal (ante-mortem) dan sesudah meninggal (post-mortem).
"Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh berupa kaki dan lainnya masih dalam proses identifikasi melalui ante-mortem dan post-mortem," jelasnya.
Proses pencarian korban terdampak longsor masih menghadapi kendala kondisi cuaca di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan terbaru dari posko pengaduan, jumlah korban hilang masih cukup signifikan.
"Berdasarkan laporan terakhir pukul 16.00 WIB, masih terdapat sekitar 71 orang yang dilaporkan hilang," ungkapnya.
Selain proses identifikasi dan pencarian korban, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk membantu para korban terdampak bencana.
Mereka juga menyiapkan dapur lapangan guna memudahkan penyediaan makanan bagi para pengungsi.