
UPdates—Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dan Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan update terkait prajurit yang menjadi korban eskalasi konflik di Lebanon Selatan.
You may also like :
500 ASN Ikuti Latihan Dasar Kemiliteran Komcad di Rindam XIV/Hasanuddin
Hingga Selasa, 31 Maret 2026, tercatat delapan prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) yang terdampak.
You might be interested :
Komandan IRGC: Iran akan Bikin Israel Menyesal
Dari jumlah itu, tiga prajurit gugur, dan 5 lainnya luka-luka, termasuk tiga yang dilaporkan mengalami luka berat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut dua prajurit yang gugur pada Senin, 30 Maret 2026 waktu Lebanon yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sementara dua anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL lainnya yang mengalami luka-luka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa dan melukai prajurit TNI itu terjadi ketika mereka mengawal sebuah kendaraan UNIFIL menuju titik yang telah ditentukan. Tanpa diduga, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami ledakan dahsyat di tengah perjalanan.
Dalam sebuah pernyataan, UNIFIL mengatakan kedua tentara tersebut tewas dalam ledakan yang tidak diketahui asalnya yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat kota Bani Hayyan di distrik Marjeyoun.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan dua prajurit yang terluka dalam serangan kedua mengalami luka berat.
Rico memastikan bahwa seluruh prajurit yang mengalami luka-luka telah dievakuasi secara cepat sesuai dengan prosedur operasional standar PBB.
Saat ini, para korban luka tengah menjalani penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Lebanon.
Sebelumnya, pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 20.44 waktu Lebanon, markas prajurit TNI diserang artileri Israel yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.
Selain itu, tiga prajurit TNI terluka akibat serangan tersebut. Mereka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
“Kepala Staf Angkatan Darat dan Keluarga Besar TNI AD Berduka atas Gugurnya Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL. Semoga Amal Ibadahnya diterima Allah SWT dan Keluarga Diberikan Keikhlasan dan Ketabahan," demikian pernyataan TNI AD di akun X resmi mereka, @tni_ad yang dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam unggahan ucapan duka yang menampilkan foto prajurit yang gugur, TNI menyebut mereka gugur akibat terkena serangan artileri IDF.
IDF adalah singkatan dari Israel Defense Forces (Angkatan Pertahanan Israel), yaitu militer resmi Israel yang terdiri dari angkatan darat, laut, dan udara.
Identitas Prajurit TNI dan Kondisi Mereka
Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar: Gugur
Sertu Muhammad Nur Ichwan: Gugur
Praka Farizal Rhomadhon: Gugur
Praka Rico Pramudia: Luka berat
Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana: Luka berat
Praka Deni Rianto: Luka berat
Praka Bayu Prakoso: Luka ringan
Praka Arif Kurniawan: Luka ringan