Ayaka Yoshida (Foto: Kyodo)

Usulkan Pembalut Gratis di Toilet Umum, Politisi Wanita Ini Dapat 8.000 Ancaman Pembunuhan

3 April 2025
Font +
Font -

UPdates—Seorang politisi perempuan Jepang menerima sekitar 8.000 email berisi ancaman pembunuhan setelah mengusulkan pembalut gratis di toilet umum.

Ayaka Yoshida, anggota majelis prefektur Mie dan Partai Komunis Jepang berusia 27 tahun, memicu reaksi keras setelah memposting usulannya di media sosial pada tanggal 25 Maret.

"Seperti tisu toilet, saya ingin pembalut disediakan di mana-mana," katanya sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari South China Morning Post, Kamis, 3 April 2025.

Pesan tersebut dengan cepat memicu tanggapan marah, dengan satu pesan yang dikirim ke sekretariat majelis Mie menyatakan, "Di usianya, dia seharusnya tahu untuk membawa pembalut darurat."

Tak sampai di situ, tanggapan yang muncul berikutnya mulai mengancam. Majelis dilaporkan menerima hampir 8.000 email atau sekitar satu email per menit selama hampir empat hari sejak pukul 8 malam pada tanggal 28 Maret.

Semua email tersebut berasal dari alamat yang sama dan berisi pesan yang identik. "Saya akan membunuh anggota majelis Ayaka Yoshida, yang tidak membawa pembalut darurat meskipun sudah cukup dewasa untuk tahu yang sebenarnya!" demikian ancaman itu seperti laporan surat kabar Mainichi.

Berbicara dalam konferensi pers pada hari Senin, Yoshida mengatakan ancaman tersebut sangat mengganggu dirinya. "Berdampak mengintimidasi saya dan menekan aktivitas saya sebagai anggota majelis prefektur," ujarnya.

Dia juga mengonfirmasi bahwa dia telah mengajukan pengaduan resmi ke polisi setempat dan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

Chisato Kitanaka, seorang profesor madya sosiologi di Universitas Hiroshima mengatakan pesan-pesan kasar yang menargetkan perempuan yang berbicara merupakan kejadian yang sangat sering terjadi.

"Kami melihat hal serupa terjadi berulang kali. Setiap kali pernyataan dibuat atau proposal ditulis oleh politisi perempuan, mereka hampir selalu diserang," katanya kepada This Week in Asia.

Menurut Kitanaka, topik-topik yang memicu penyerangan daring mencakup seluruh spektrum isu yang penting bagi perempuan Jepang, termasuk dukungan untuk ibu yang bekerja, kesehatan perempuan, kekurangan tempat di taman kanak-kanak, kekerasan seksual dalam masyarakat Jepang, kekerasan dalam rumah tangga, dan lainnya.

"Banyak pesan yang menyeramkan dan membuat wanita merasa tertekan," kata Kitanaka.

Masalah ini menjadi perdebatan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Ancaman pembunuhan itu dinilai tindakan yang sangat jahat dan polisi diharapkan dapat menangkap pelakunya dan mencegah kejahatan serupa terjadi.

"Semoga mereka menangkap psikopat sampah yang membenci wanita ini dan memenjarakannya untuk waktu yang sangat lama," tulis sebuah pesan di situs Japan Today.

Yang lain menambahkan, "Saya jamin bahwa mereka yang menentang permintaan sederhana dari seorang anggota parlemen ini tidak memiliki anak perempuan. Dan kemungkinan besar, secara umum, benar-benar takut pada semua wanita."

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

gettyimages 635752305 e1610538598206 copy 48e2

Helen Keller

“Anda tidak akan pernah belajar sabar dan berani jika di dunia ini hanya ada kebahagiaan.”
Load More >