
UPdates—Sejumlah warga di Aceh diduga panic buying dan membeli BBM dalam jumlah besar. Kejadian itu viral di media sosial.
You may also like :
Anggota Komisi XII DPR RI Nilai Penggunaan Etanol dalam BBM Belum Tepat
Ini terjadi di tengah isu stok cadangan BBM di Tanah Air hanya bertahan 20 hari jika konflik Timur Tengah terus meluas.
You might be interested :
LPG 3 Kg Langka dan Harga Meroket, DPR Minta Copot Pejabat yang tak Becus
Menanggapi hal ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengimbau masyarakat tetap tenang.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik,” kata Fahrougi dalam keterangan resmi kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026 yang dikutip Keidenesia.tv.
Sebelumnya, beredar pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken.
Ia mengatakan informasi tersebut tidak benar karena saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh serta wilayah Sibolga dan sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan 345 armada kapal untuk mengamankan distribusi energi dari Indonesia Timur hingga Barat selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan avtur selama momen keagamaan tersebut.
"Sebagai negara kepulauan, transportasi laut memegang peranan vital dalam rantai pasok energi nasional. Karena itu, kesiapan armada menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, dalam keterangan resmi dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Dari total 345 armada yang disiagakan, sejumlah 266 kapal dikhususkan untuk mengangkut BBM dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan petrokimia sekaligus berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan terapung (Floating Storage).
Produk-produk strategis yang didistribusikan meliputi Pertalite, Pertamax, Pertadex, B40, Avtur, LPG, minyak mentah, hingga produk petrokimia guna memastikan kebutuhan sektor transportasi, penerbangan, industri, dan rumah tangga terpenuhi.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan, operasional pengangkutan melalui laut dilakukan dengan perencanaan pelayaran yang disiplin, pengawasan distribusi secara real time, serta penerapan standar health, safety, security, and environment (HSSE) yang ketat.
"Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, kami menyiagakan 345 armada kapal yang beroperasi dari Indonesia Timur hingga Barat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya agar pasokan tetap aman dan tepat waktu," ujar Arif Yunianto.
Selain penguatan jumlah armada, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan langkah mitigasi risiko operasional, termasuk antisipasi dinamika cuaca, pengaturan ulang rute pelayaran jika diperlukan, serta optimalisasi terminal bongkar muat guna mempercepat suplai tambahan di wilayah dengan kebutuhan tinggi.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, otoritas pelabuhan, Kepolisian Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran operasional distribusi energi.
"Kami memastikan seluruh armada, sistem monitoring, dan dukungan operasional bekerja optimal selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang solid dan pengawasan berkelanjutan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang," kata Arif Yunianto.