Ribuan migran menyeberang dari Maroko ke Kota Ceuta di Spanyol, Kamis, 30 Juli 2026. (foto:Dok.Antonio Sempere/AP)

Viral, Ribuan Migran Maroko Berenang Terobos Perbatasan Spanyol

31 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Ribuan migran Maroko menerobos perbatasan Spanyol di Kota Ceuta dengan berenang, menyebabkan krisis perbatasan yang memuncak.
  • Pemerintah Spanyol akan mengerahkan militer untuk memulihkan ketertiban di Ceuta dan mengatasi krisis tersebut.
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska akan mengunjungi Ceuta untuk meninjau situasi.
  • Setidaknya sembilan orang tewas selama kekacauan di perbatasan, dengan mayat-mayat ditemukan mengambang di air.
  • Migran mencoba mencapai Ceuta dengan berenang dari kota Fnideq di Maroko, menempuh jarak sekitar 5 kilometer.
  • Kota Ceuta adalah sebuah kota otonom di Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko.
  • Situasi di perbatasan dinyatakan 'benar-benar kacau' oleh kepala asosiasi petugas Garda Sipil Spanyol yang bertugas menjaga perbatasan di Ceuta.
atau

UPdates - Pemerintah Spanyol akan mengerahkan militernya untuk memulihkan ketertiban di Kota Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan membanjiri kota tersebut.

You may also like : afsel piala afrikaHasil Piala Afrika dan 14 Negara yang Sudah Lolos Babak 16 Besar

Ceuta adalah sebuah kota otonom di Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Wilayah seluas sekitar 17 kilometer persegi ini menghadap ke Selat Gibraltar dan menjadi salah satu dari sedikit perbatasan darat antara Uni Eropa dan Benua Afrika.

You might be interested : turis nakalIseng Lempar Batu ke Jurang, Turis Terancam Denda Rp3,6 Miliar

Pengumuman itu disampaikan setelah pemerintah daerah Ceuta meminta bantuan kepada pemerintah pusat di Madrid untuk mengatasi krisis perbatasan yang memuncak pada hari Kamis, 30 Juli 2026 waktu setempat ketika ribuan migran menerobos pagar perbatasan.

Pemerintah Spanyol mengatakan akan mengirim Angkatan Bersenjata untuk membantu Garda Sipil “menjaga keamanan di kota Ceuta.”

Pemerintah juga mengumumkan bahwa Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez akan bergabung dengan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska dalam kunjungan ke Ceuta pada hari Jumat ini.

“Situasinya benar-benar kacau,” kata Rachid Sbihi, kepala asosiasi yang mewakili petugas Garda Sipil Spanyol yang bertugas menjaga perbatasan di Ceuta, yang disadur Keidenesia.TV dari ABCNews,com, Jumat, 31 Juli 2026.

“Tidak mungkin memberikan angka pasti, tetapi ada ribuan migran yang menyeberang,” katanya, menambahkan bahwa perbatasan telah “benar-benar runtuh.”

Dalam rekaman video yang kini viral di media sosial, terlihat kerumunan migran, sebagian besar warga Maroko, berjalan di sekitar pemecah gelombang di pantai Tarajal menuju jalan-jalan lokal. Meskipun sebagian besar tampak adalah pria muda, ada juga keluarga dengan wanita dan anak-anak kecil.

Belum jelas apa yang mendorong begitu banyak migran menyeberang ke Ceuta.

Delegasi pemerintah Spanyol di Ceuta mengatakan setidaknya sembilan orang tewas pada hari Kamis selama kekacauan tersebut. Mereka tidak memberikan rincian tentang penyebab kematian tersebut, tetapi mayat-mayat terlihat mengambang di air.

Eskalasi di perbatasan antara Spanyol dan Maroko terjadi setelah lonjakan migran yang mencoba mencapai wilayah eksklave kecil tersebut, terutama dengan berenang, pada hari Rabu lalu.

Untuk mencapai Ceuta, para migran sering berenang dari kota Fnideq di Maroko, menempuh jarak sekitar 3,1 mil (5 kilometer) untuk mencapai wilayah Spanyol. Yang lain mencoba menyeberang dari kota Belyounech terdekat, di mana jaraknya lebih pendek.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >