
UPdates— Anggota Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, mengungkapkan temuan mengejutkan saat ia turun ke daerah (reses).
You may also like :
DPR Usul Napi Narkoba Dipisah dengan Pembunuh dan Perampok, Ini Alasannya
Ia mengaku mendapati banyak masyarakat, bahkan orang tua pelajar, yang tidak mengetahui atau hafal sila-sila Pancasila.
Itu ia ungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Ternyata kita coba sampai tingkat orang tua pelajar, hampir semua tidak tahu, Pak. Bahkan diam, tidak ada yang menyebutkan Pancasila. Sehingga kita ajarkanlah setiap reses, sebelum masuk kita akan sebut dulu Pancasila," ungkap Maruli sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Rabu, 28 Januari 2026.
Maruli menekankan bahwa pendidikan Pancasila kedepan tidak boleh sekadar hafalan, melainkan penjabaran makna sila per sila agar bisa mengubah perilaku generasi muda yang saat ini dinilainya lebih sibuk dengan gawai di kafe-kafe ketimbang peduli pada lingkungan sosial.
Dalam RDP kemarin, anggota Komisi XIII, Shadiq Pasadigoe menyuarakan wacana agar BPIP menghidupkan kembali model pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di sekolah-sekolah.
Shadiq mengingatkan bahwa rencana ini pernah dibahas sebelumnya dan sangat dinantikan realisasinya sebagai upaya masif menanamkan ideologi negara.
"Saya mengingatkan dulu waktu kita baru RDP, kita menginginkan bagaimana menghidupkan pendidikan P4 kembali di sekolah-sekolah. Ini Pak, mohon tanggapannya bagaimana rencana ini. Karena untuk menggerakkan ini tentu kami berharap kepada BPIP sebagai leading sector," ujar Shadiq
