Cristina Rapti-Tzelepi dan suaminya, Constantinos Raptis, menyambut kelahiran bayi perempuan yang berasal dari embrio berusia 22 tahun (Foto: AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Wanita Berusia 54 Tahun Melahirkan Dengan Embrio Berusia 22 Tahun, Obati Duka Kehilangan Putra yang Kecelakaan

14 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Sepasang suami istri asal Yunani yang diliputi kebahagiaan menyambut kelahiran putri mereka menggunakan embrio beku yang telah disimpan selama puluhan tahun, setelah sebelumnya melewati masa duka yang sangat berat.

Cristina Rapti-Tzelepi (54 tahun) dan suaminya, Constantinos Raptis (60 tahun), memutuskan untuk memiliki anak lagi setelah mengalami kehancuran batin akibat kematian putra mereka yang berusia 21 tahun, Giorgos, dalam kecelakaan mobil pada bulan Oktober.

Demi memulai hidup baru, mereka berpacu dengan tenggat waktu pemerintah; di Yunani, batas usia legal bagi wanita untuk menyelesaikan prosedur bayi tabung (IVF) adalah 54 tahun 0 hari pada saat transfer embrio dilakukan.

Karena waktu yang sangat terbatas, pasangan ini harus mendapatkan persetujuan dari otoritas nasional, mengingat mereka sudah kekurangan waktu saat memulai proses tersebut.

"Saya hanya memiliki waktu dua bulan. Situasinya sangat menegangkan, namun berkat kekuatan batin serta dukungan dokter dan seluruh timnya, kami berhasil mengatasi segala rintangan," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Senin, 14 September 2026.

Rapti-Tzelepi melahirkan seorang bayi perempuan dengan berat sekitar 3,5 kg di Athena pada hari Rabu, menyambut kehadiran sang buah hati di ruang rumah sakit yang dihiasi balon dan bunga berwarna merah muda.

"Kami memutuskan untuk memberi kesempatan kedua bagi kehidupan, memulai lembaran baru, menghadirkan kehidupan baru di rumah kami, dan melanjutkan kisah keluarga kami," ungkap Rapti-Tzelepi dengan penuh haru setelah proses persalinan.

Ia menambahkan harapannya agar sang putri tumbuh sehat, bahagia, dan penuh sukacita, sama seperti anak pertama mereka yang menurutnya dulu memenuhi rumah mereka dengan tawa.

Bayi yang diberi nama Georgia—sebagai penghormatan bagi mendiang putra mereka—itu tampak tertidur lelap di bahu ayahnya sembari dibalut pakaian bayi berwarna putih, saat sang ayah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada dokter, tiga hari setelah kelahiran sang bayi.

"Dia membimbing kami dan menarik kami keluar dari kegelapan yang paling kelam. Kami berhasil keluar dari kegelapan itu, dan saya yakin kini ada banyak hal yang patut kami jalani dalam hidup," ujarnya.

Ia dan istrinya juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah anggota keluarga lagi di masa depan, dan mereka sedang mempertimbangkan untuk bepergian ke luar negeri demi tujuan tersebut.

Bayi perempuan tersebut lahir menggunakan embrio milik sang wanita yang telah dibekukan lebih dari 22 tahun yang lalu.

Secara teoretis, embrio dapat dibekukan dan disimpan untuk jangka waktu tak terbatas. Di Inggris, batas waktu penyimpanan menurut hukum mencapai 55 tahun, dengan syarat persetujuan tertulis diperbarui setiap 10 tahun sekali.

Meski demikian, 22 tahun merupakan waktu yang sangat lama bagi sebuah sel telur yang telah dibuahi dan dibekukan untuk dapat menghasilkan kehamilan yang sukses.

Terdapat pula kasus kelahiran bayi dari embrio yang disimpan hingga 30 tahun, seperti yang terjadi tahun lalu di Ohio; kala itu, sepasang suami istri menyambut kelahiran putra mereka, Thaddeus Daniel Pierce, yang berasal dari embrio yang dibekukan tiga dekade sebelumnya melalui proses yang dikenal sebagai "adopsi embrio".

Orang tua bayi tersebut, Lindsey dan Tim Pierce, tercatat dalam Guinness World Records untuk kategori embrio beku tertua yang diketahui berhasil menghasilkan kelahiran hidup.

Dr. Kostas Pantos, dokter kandungan Rapti-Tzelepi sekaligus ketua Hellenic Society of Reproductive Medicine, berpendapat bahwa aturan pembatasan usia di Yunani perlu ditinjau kembali.

"Aturannya sangat ketat: usia 54 tahun ditambah satu hari saja sudah tidak diperbolehkan. Mungkin sudah saatnya aturan itu diubah," ujar Pantos, yang berasal dari Melbourne, Australia.

"Menurut saya, ini adalah hak yang tidak boleh dicabut dari orang tua," lanjutnya.

Yunani mengubah aturan tersebut pada bulan Juli 2022 dengan menaikkan batas usia yang sebelumnya ditetapkan pada angka 50 tahun.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >