Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin saat mendengarkan langsung keluhan warganya terkait minimnya pasokan air bersih. (Foto:ist)

Warga Keluhkan Pasokan Air Bersih, Bupati Bantaeng: Yang Sangat Terdampak, Gratis PDAM

27 August 2026
Font +
Font -

UPdates - Kemarau panjang mulai menyulitkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

You may also like : captureBegini Hebohnya Kepulangan 321 Jemaah Haji Asal Kabupaten Bantaeng

Kondisi ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang tengah berlangsung di sejumlah besar wilayah Indonesia.

Masyarakat di sejumlah wilayah di Butta Toa, seperti di Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bonto Atu, dan Desa Bonto Tiro, sejak beberapa waktu terakhir mengeluhkan minimnya ketersediaan air bersih.

Sejumlah warga bahkan mengaku aliran air bersih tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut kemudian disampaikan langsung masyarakat kepada Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin.

Bupati yang akrab disapa Uji ini pun mengakui, Bantaeng saat ini memang tengah menghadapi dampak kemarau panjang.

“Setelah kita berkoordinasi dengan PDAM, ada dua poin penting yang kami sampaikan. Yang pertama, bahwa memang telah kita sepakati bersama bahwa bagi masyarakat yang memang sangat terdampak, atau sama sekali tidak mendapatkan air, maka airnya akan kita gratiskan selama beberapa bulan yang memang merasakan dampak dari kekeringan ini, tapi tetap sesuai aturan dan ketentuan dari PDAM,” jelasnya.

Selain keringanan bagi warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Bantaeng imbuhnya,  juga menyiapkan langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Jadi ada mobil tangkinya, itu akan berkeliling mengisi tangki-tangki, mengisi kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Tinggal menghubungi nomor yang telah disiapkan bagi masyarakat yang membutuhkan air,” paparnya.

Bupati Bantaeng menambahkan, sebanyak tiga armada mobil tangki tersebut disiapkan khusus untuk membantu distribusi air ke wilayah yang membutuhkan.

Bupati Bantaeng juga berjanji akan terus menginformasikan setiap kebijakan baru terkait penanganan dampak kekeringan di Butta Toa.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kondisi ini dan pelayanan yang belum maksimal dari kami,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, sebanyak 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Agustus tahun ini.

Bahkan, 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, sementara 87,28 persen wilayah mengalami sifat hujan di bawah normal.

Kondisi kering ini semakin diperkuat fenomena El Nino yang kini telah mencapai intensitas sangat kuat.

BMKG menyebut, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena yang berbeda. Namun, ketika keduanya terjadi bersamaan, El Nino dapat memperkuat kondisi kering dan mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >