Mensesneg Prasetyo Hadi (foto:RRI/Istimewa)

WFH 1 Hari Sepekan, Mensesneg: Bukan Berarti Ada Masalah Pasokan BBM

21 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Pemerintah menegaskan bahwa rencana penerapan skema work from home (WFH) satu hari dalam sepekan tidak berkaitan dengan persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
  • Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan ketersediaan BBM di Tanah Air dalam kondisi aman.
  • Kebijakan WFH ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem kerja agar lebih efektif dan efisien.
  • WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor bidang kerja, melainkan hanya untuk bidang tertentu yang memungkinkan kerja jarak jauh.
  • Sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tidak termasuk dalam kebijakan WFH ini.
  • Kebijakan WFH merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna untuk mendorong efisiensi di lingkungan kerja.
  • Rencana WFH masih dalam proses perumusan dan akan segera diumumkan kepada masyarakat.
atau

UPdates—Pemerintah menegaskan bahwa rencana penerapan skema work from home (WFH) satu hari dalam sepekan tidak berkaitan dengan persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

You may also like : ida nurlela pdip dpr1Soal Stok BBM, Anggota DPR Sebut Menteri Bahlil Bikin Resah dan Puji Pertamina

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan ketersediaan BBM di Tanah Air dalam kondisi aman.

You might be interested : mensesneg prasetyo hadi12 Hari Lalu Bilang tidak Ada, Hari Ini Mensesneg Akui Reshuffle Kabinet Wewenang Presiden

“Bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM. Sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman,” katanya kepada awak media di Istana sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Sabtu, 21 Maret 2026.

Prasetyo Hadi menyebut kebijakan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem kerja agar lebih efektif dan efisien.

Ia juga memastikan WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor bidang kerja. Menurutnya, kebijakan ini berlaku untuk bidang tertentu yang memungkinkan kerja jarak jauh.

“Perlu saya luruskan bahwa berlakunya nanti untuk sektor-sektor tertentu. Supaya tidak disalahpahami, misalnya sektor pelayanan, industri, perdagangan tentu mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan tersebut,” tegas Prasetyo.

Sejauh ini, kebijakan terkait WFH satu hari dalam sepekan masih dirumuskan. “Sedang kita godok untuk kita finalkan dan sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

WFH merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu. Ini merupakan upaya mendorong efisiensi di lingkungan kerja, termasuk di sektor pemerintahan.

Selain pemerintah, WFH juga digadang-gadang berlaku untuk sektor swasta yang memang memungkinkan bekerja dari luar kantor.

Font +
Font -