Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh menangani WNI yang melaporkan diri setelah keluar dari sindikat penipuan daring di berbagai wilayah di Kamboja. (Foto: KBRI Phnom Penh)

12.019 WNI Terjebak Penipuan Daring di Kamboja, Minta Dipulangkan ke Indonesia

5 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam penipuan daring di Kamboja meningkat signifikan pada semester pertama 2026, dengan 12.019 WNI melapor dan mengajukan fasilitasi kepulangan ke Indonesia.
  • Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2025, yang hanya tercatat 5.088 orang.
  • Saat ini, sekitar 676 WNI berada di fasilitas detensi milik Pemerintah Kamboja, dengan lebih dari 500 orang ditempatkan di Bati Pre-Deportation Center, Provinsi Takeo.
  • KBRI Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan 5.487 WNI ke Indonesia dan menerbitkan 4.368 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan atau tidak lagi memiliki paspor.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi untuk menghindari praktik tindak pidana perdagangan orang.
  • Sindikat kejahatan transnasional menggunakan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk merekrut korban dengan iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan yang mudah.
  • Pemerintah perlu menyusun strategi komunikasi politik yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penipuan daring dan pentingnya memilih jalur penempatan pekerja migran yang legal.
atau

UPdates—Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjerat jaringan penipuan daring (online scam) di Kamboja sepanjang semester pertama 2026 mengalami lonjakan signifikan.

You may also like : judha nugraha0info publikMakin Banyak WNI Jadi Pengelola Judi Online di Luar Negeri

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat, sebanyak 12.019 WNI melapor dan mengajukan fasilitasi kepulangan ke Indonesia selama periode Januari hingga Juni 2026.

You might be interested : capture380 WNI Masih Bertahan di Iran, Kemlu Siapkan Evakuasi Lewat Jalur Darat

Angka itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat hanya sebanyak 5.088 orang.

KBRI juga mencatat, saat ini sekitar 676 WNI berada di sejumlah fasilitas detensi milik Pemerintah Kamboja.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 500 orang ditempatkan di Bati Pre-Deportation Center, Provinsi Takeo.

Selain itu, sekitar 1.250 WNI lainnya berada di fasilitas detensi di Pochentong setelah terjaring operasi penertiban yang dilakukan otoritas Kamboja di kawasan sekitar Phnom Penh.

Sebagai upaya memberikan pelindungan kepada WNI, hingga 30 Juni 2026 KBRI Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan 5.487 WNI ke Indonesia.

KBRI juga telah menerbitkan 4.368 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan atau tidak lagi memiliki paspor, sehingga proses pemulangan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peningkatan signifikan jumlah WNI yang menjadi korban jaringan penipuan daring di Kamboja menjadi perhatian serius pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi.

Ini penting guna menghindari praktik tindak pidana perdagangan orang. Termasuk upaya eksploitasi oleh jaringan kejahatan siber.

Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Nani Nurani Muksin, mengatakan sindikat kejahatan transnasional kini memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan.

Pelaku kejahatan juga menggunakan lowongan kerja palsu untuk merekrut korban dengan iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan yang mudah.

Menurutnya, pemerintah perlu menyusun strategi komunikasi politik yang mampu menjangkau masyarakat luas. Khususnya kelompok usia produktif, dengan menyampaikan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, serta mampu meningkatkan kepercayaan publik.

"Edukasi kepada masyarakat tidak cukup hanya berupa larangan, tetapi juga harus memberikan pemahaman mengenai modus operandi pelaku. Serta pentingnya memilih jalur penempatan pekerja migran yang legal," ujar Nani, Minggu 5 Juli 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RRI.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >