
UPdates—Sebuah laporan hak asasi manusia mengungkapkan bahwa perang Israel di Gaza tidak hanya memengaruhi situasi kemanusiaan saat ini, tetapi juga masa depan penduduk Palestina.
You may also like :
Paskah yang Suram di Gaza, Pendeta Peringatkan Potensi Kepunahan Komunitas Kristen
Menurut laporan itu, angka kelahiran telah turun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, kematian ibu dan bayi baru lahir meningkat tajam dan sistem perawatan kesehatan reproduksi hampir sepenuhnya runtuh.
You might be interested :
5 Jurnalis Gaza Dibunuh Israel di Mobil "PRESS", Satu sedang Tunggu Istri Melahirkan Anak Pertama
Surat kabar Inggris The Guardian mengutip laporan itu yang menunjukkan bahwa angka kelahiran di Gaza telah turun sebesar 41 persen. Sementara aborsi dan kelahiran prematur meningkat.
Laporan tersebut menggambarkan hal ini sebagai kebijakan "kekerasan reproduksi" yang bertujuan untuk mencegah warga Palestina memiliki anak, yang menurut hukum internasional dapat dianggap sebagai tindakan genosida.
Menurut dua laporan dari Physicians for Human Rights (PHR) bekerja sama dengan Global Human Rights Clinic di Fakultas Hukum Universitas Chicago, antara Januari dan Juni 2025, Gaza mencatat sekitar 2.600 aborsi.
Selain itu, sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Jumat, 16 Januari 2026, ada 220 kematian terkait kehamilan, 1.460 kelahiran prematur, dan lebih dari 1.700 bayi dengan berat badan rendah.