Seorang bayi baru lahir menerima perawatan dalam kondisi yang sangat terbatas di dalam inkubator di Rumah Sakit Nasser, Gaza, pada 18 Desember 2025. (Foto: Abdallah F.s. Alattar - Anadolu Agency)

2.600 Aborsi Selama Perang Gaza, 220 Kematian Terkait Kehamilan, dan 1.460 Kelahiran Prematur

16 January 2026
Font +
Font -

UPdates—Sebuah laporan hak asasi manusia mengungkapkan bahwa perang Israel di Gaza tidak hanya memengaruhi situasi kemanusiaan saat ini, tetapi juga masa depan penduduk Palestina.

You may also like : download (10)PBB Umumkan Israel Lakukan Genosida di Gaza

Menurut laporan itu, angka kelahiran telah turun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, kematian ibu dan bayi baru lahir meningkat tajam dan sistem perawatan kesehatan reproduksi hampir sepenuhnya runtuh.

You might be interested : jurnalis press wafat anadoluSudah 246 Jurnalis Tewas di Gaza, Jurnalis Foto Reuters Mundur

Surat kabar Inggris The Guardian mengutip laporan itu yang menunjukkan bahwa angka kelahiran di Gaza telah turun sebesar 41 persen. Sementara aborsi dan kelahiran prematur meningkat.

Laporan tersebut menggambarkan hal ini sebagai kebijakan "kekerasan reproduksi" yang bertujuan untuk mencegah warga Palestina memiliki anak, yang menurut hukum internasional dapat dianggap sebagai tindakan genosida.

Menurut dua laporan dari Physicians for Human Rights (PHR) bekerja sama dengan Global Human Rights Clinic di Fakultas Hukum Universitas Chicago, antara Januari dan Juni 2025, Gaza mencatat sekitar 2.600 aborsi.

Selain itu, sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Jumat, 16 Januari 2026, ada 220 kematian terkait kehamilan, 1.460 kelahiran prematur, dan lebih dari 1.700 bayi dengan berat badan rendah.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >