
UPdates—Puluhan kapal yang terkait dengan Iran telah melewati blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz menurut laporan The Telegraph.
You may also like :
Jelang Lengser, Presiden AS Joe Biden Ampuni Putranya di Kasus Pajak dan Senjata Api
Setidaknya 26 kapal yang membawa minyak dan gas telah berlayar masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak blokade diberlakukan pada 13 April.
You might be interested :
IRGC Luncurkan Serangan Balas Dendam Kematian Ali Larijani ke 100 Target Militer dan Keamanan Israel
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dar APA, Selasa, 21 April 2026, ke-26 kapal itu merupakan bagian dari “Armada Bayangan” Iran.
Angka itu sesuai data maritim Lloyd’s List Intelligence. Data tersebut menunjukkan arus lalu lintas yang stabil melalui Teluk Persia, meskipun Komando Pusat AS terus melakukan operasi angkatan laut dan mengklaim telah memerintahkan pengembalian 27 kapal ke Republik Islam.
Pada hari Selasa, media pemerintah Iran mengklaim satu kapal tanker, yang dikawal oleh angkatan laut Iran, telah melintasi Laut Arab dan memasuki perairan teritorial Iran semalam.
AS menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade pada akhir pekan.
Operasi angkatan laut pemerintahan Trump di Timur Tengah telah menjadi titik permasalahan dalam negosiasi antara Teheran dan Washington.
Kepemimpinan Iran sempat menolak untuk berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai kecuali AS mencabut blokade dan melonggarkan tuntutannya terhadap Teheran.
Pada hari Selasa, Iran memperingatkan bahwa mereka memiliki "kartu baru di medan perang" setelah Donald Trump mengatakan bahwa ia sangat tidak mungkin untuk memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Teheran melampaui batas waktu hari Rabu.