
UPdates—Kedutaan Besar Iran di Zimbabwe memberikan sindiran cerdas kepada Donald Trump setelah unggahan 'hari yang brilian'-nya. Mereka memberikan 'saran' empat poin yang viral dan menyeret Benjamin Netanyahu ke dalam badai meme.
You may also like :
Citra Satelit Ungkap Persiapan Serangan Darat Skala Besar Israel, Kabinet Keamanan Setuju Kuasai Seluruh Gaza
Dalam momen yang membuat media sosial heboh, kedutaan besar Iran di Zimbabwe memberikan tanggapan yang tajam dan tak terduga cerdas terhadap unggahan perayaan oleh Presiden AS Donald Trump setelah Teheran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz untuk sisa periode gencatan senjata.
You might be interested :
Amerika Turun Tangan, India dan Pakistan Sepakat Akhiri Perang
Setelah Trump menulis di Truth Social, “Hari yang hebat dan brilian untuk dunia! DTJ,” Kedubes Iran menggunakan X untuk menyampaikan “saran” empat poin yang dengan cepat menjadi viral.
Unggahan kedutaan tersebut terdengar seperti campuran sarkasme dan satire.
“1. Cobalah untuk tidak menunjukkan diri terlalu bahagia. Miliki sedikit harga diri. 2. Jangan pernah, (tekankan) jangan pernah memikirkan rezim hukum baru Selat Iran. Kita akan memperbaikinya. 3. Matikan telepon, rileks, jangan unggah lagi, dan blokir Bibi selama seminggu. 4. Makan malam ringan dan tidur nyenyak,” demikian unggahan itu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Republic World, Sabtu, 18 April 2026.
Referensi kepada “Bibi” secara luas dipahami sebagai sindiran terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menambahkan nuansa geopolitik pada apa yang oleh banyak pengguna digambarkan sebagai “ejekan diplomatik”.
Bagian komentar dengan cepat berubah menjadi campuran humor, sindiran politik, dan trolling terang-terangan.
Beberapa pengguna memperkuat sarkasme, dengan mengatakan, “Dia membutuhkan perlakuan yang baik selain ini.”
Yang lain mengatakan, “Langkah 4 adalah yang terpenting, makan ringan dan tidur.”
Sementara yang lain mengatakan, “Blokir Bibi setidaknya selama sebulan.”
Yang lain memanfaatkan budaya meme. Salah satu pengguna berkomentar, “Ini gel lidah buaya untuk ego yang rapuh itu”.
Netizen lain berkata, “Ini akun kedutaan terbaik, nadanya tepat!”
Beberapa komentar beralih ke teori konspirasi dan spekulasi geopolitik, sementara yang lain mengejek impulsifitas Trump di media sosial, menyarankan agar dia “membuang ponselnya” atau “beristirahat dari mengunggah”.
Diplomasi, tetapi jadikan viral
Pertukaran ini menyoroti tren yang berkembang di mana akun resmi negara mengadopsi nada yang lebih informal, terkadang tajam, di media sosial untuk melibatkan audiens global.
Apa yang dulunya merupakan bantahan diplomatik formal kini telah berubah menjadi konten viral, mengaburkan batas antara tata kelola negara dan budaya internet.
Tanggapan Iran bisa dibilang telah mencuri perhatian, jika bukan melalui kebijakan, tetapi setidaknya melalui lelucon-leluconnya.
Dan jika reaksi media sosial menjadi patokan, internet benar-benar terhibur.