
UPdates—Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 7 persen anak muda Jepang berusia 10 hingga 19 tahun diduga sebagai pengguna patologis media sosial (medsos), dan terlalu kecanduan untuk mengurangi waktu penggunaan mereka.
You may also like :
Kecanduan Medsos, Wanita di Los Angeles Dapat Ganti Rugi Rp50,6 Miliar
Seperti dilaporkan kantor berita Kyodo pada hari Sabtu, survei nasional yang dilakukan oleh Organisasi Rumah Sakit Nasional Pusat Medis dan Kecanduan Kurihama juga menemukan bahwa angka untuk kelompok usia tersebut adalah yang tertinggi.
You might be interested :
Di Australia, Anak di Bawah 16 Tahun akan Dilarang Main Media Sosial
Beberapa temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan kejahatan serta masalah kesehatan mental di kalangan anak-anak.
Temuan tersebut muncul ketika Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang dan Badan Anak dan Keluarga sedang membahas cara menangani masalah ini.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026, survei ini mencakup 9.000 orang yang dipilih secara acak berusia 10-79 tahun di 400 lokasi di seluruh negeri, dengan tanggapan yang diterima dari 4.650 orang.
Dari mereka yang diduga menggunakan media sosial secara bermasalah, 30 persen mengatakan mereka menghabiskan enam jam atau lebih online pada hari kerja dan 62 persen mengatakan mereka melakukannya pada akhir pekan.
Mendesak orang tua untuk memberikan contoh yang baik, Organisasi Rumah Sakit Nasional Pusat Medis dan Kecanduan Kurihama menyarankan rumah tangga untuk menetapkan aturan penggunaan ponsel pintar oleh anak-anak sebelum pembelian, dengan menentukan kapan dan di mana perangkat dapat digunakan dan konsekuensi jika melanggar aturan.