Ilustrasi kekeringan (foto:Freepik/Jcomp)

7 Wilayah Paling Terdampak El Nino 2026 Ini Versi BMKG

5 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 7 wilayah di Indonesia yang berpotensi terdampak fenomena El Nino 2026, yaitu Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.
  • El Nino 2026 diperkirakan akan berlangsung selama 9-12 bulan dan memasuki kategori kuat, namun tidak berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut.
  • Periode Juli hingga Oktober 2026 perlu diwaspadai karena dampak El Nino paling terasa pada periode itu, dengan penurunan curah hujan dibandingkan rata-rata klimatologis.
  • El Nino dapat memperkuat kekeringan ketika terjadi bersamaan dengan musim kemarau, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang berdampak pada penurunan kualitas udara dan gangguan kesehatan masyarakat.
  • BMKG juga mengingatkan adanya potensi gangguan pada sektor pertanian, seperti terganggunya fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga meningkatnya potensi gagal panen akibat defisit air.
  • Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor untuk mengantisipasi risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat.
  • Pemerintah daerah diimbau untuk memanfaatkan informasi iklim yang tersedia dan berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis BMKG di wilayah masing-masing untuk menyusun strategi mitigasi dan adaptasi yang tepat.
atau

UPdates—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tujuh wilayah di Indonesia berpotensi mengalami dampak fenomena El Nino 2026.

You may also like : pexels rizk nas 1463375 2866385Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2026, BMKG Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Wilayah tersebut yakni Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.

Ke-7 wilayah tersebut diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode puncak musim kemarau.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan El Nino 2026 telah memasuki kategori kuat dan diperkirakan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.

Meski begitu, Faisal menegaskan El Nino tidak berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut.

"Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Niño, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan," kata Faisal sebagaimana dilansir dari keterangan resmi BMKG, Minggu, 5 Juli 2026.

Juli hingga Oktober 2026 butuh kewaspadaan esktra karena dampak El Nino paling terasa pada periode itu di mana sejumlah wilayah berpotensi mengalami penurunan curah hujan dibandingkan rata-rata klimatologis.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Kondisi tersebut dapat memperkuat kekeringan ketika terjadi bersamaan dengan musim kemarau.

"Musim kemarau merupakan siklus tahunan. Sedangkan El Niño terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau," jelas Faisal.

Tak hanya memengaruhi ketersediaan air, El Nino juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kualitas udara dan gangguan kesehatan masyarakat.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi gangguan pada sektor pertanian. Risiko yang muncul antara lain terganggunya fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga meningkatnya potensi gagal panen akibat defisit air.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini," ujar Faisal.

Kepada pemerintah daerah, BMKG mengimbau memanfaatkan informasi iklim yang tersedia dan berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis BMKG di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut diperlukan agar strategi mitigasi dan adaptasi dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >