Warga Indonesia yang ikut dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza. (Foto: Instagram @chikifawzi)

9 WNI yang Ikut Misi ke Gaza Ditangkap Tentara Israel, Termasuk 4 Jurnalis, Kemlu Desak Mereka Dibebaskan

18 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ditangkap oleh militer Israel, termasuk empat jurnalis.
  • Misi ini bertujuan membawa bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Palestina di Gaza yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.
  • Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan Israel dan mendesak mereka untuk membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan.
  • Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, juga mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan.
  • Kemlu masih berusaha menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika untuk mengetahui status mereka.
  • Tindakan Israel ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.
  • Kemlu menegaskan bahwa para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina.
atau

UPdates—Sembilan warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi peserta misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dilaporkan ditangkap militer Israel (IDF).

You may also like : netanyahu aaIsrael Tawarkan Gencatan Senjata 2 Bulan di Gaza, Imbalannya 10 Sandera Hidup

Mereka ditangkap dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza, Palestina.

You might be interested : gaza alamyPejabat Israel Ragu Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Trump Yakin Itu Mungkin

Melansir akun Instagram Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI itu yakni Bambang Noroyono alias Abeng (jurnalis Republika), Thoudy Badai (jurnalis Republika), Herman Budianto Sudarsono (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Andi Angga Prasadewa (Aktivis Kemanusiaan), Aras Asad Muhammad (Aktivis Kemanusiaan), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis).

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," demikian pernyataan resmi Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Senin, 18 Mei 2026.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," lanjutnya.

Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," tegasnya.

Para relawan ini menurutnya datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina.

Warga sipil Palestina, kata dia, selama ini telah menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti dari militer zionis.

Terkait dua jurnalis Republika, Andi Muhyiddin menyebut mereka menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. "Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," tegas Andi.

Ia menegaskan, mereka berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. “Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.

Kemlu belum memastikan posisi 9 WNI. Menurut mereka, hingga saat ini ada 10 kapal yang ditangkap Israel. Termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

"Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat," ungkapnya.

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. "Kapal yang membawa jurnalis atas nama Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut," jelas Kemlu.

Dalam keterangannya, Kemlu mendesak Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu serta menjamin mereka bisa tiba di Palestina.

"Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," jelasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >