Komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan (Foto: MNA)

Iran Tangkap Lebih 6.500 Mata-Mata

18 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Iran telah menangkap lebih dari 6.500 mata-mata dan pengkhianat sejak dimulainya perang pada 28 Februari.
  • Dari jumlah tersebut, 567 terkait dengan kelompok anti-revolusi.
  • Proses identifikasi dan penangkapan elemen-elemen yang terkait dengan musuh masih berlangsung.
  • Polisi Iran belum menghentikan operasi mereka terhadap para perusuh.
  • Tidak satu pun dari para perusuh yang ditangkap pada bulan Januari telah dibebaskan.
  • Upaya untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka yang terkait dengan musuh masih terus dilakukan.
  • Komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan, mengumumkan informasi ini melalui Al-Alam TV.
atau

UPdates—Komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan, mengumumkan bahwa mereka telah menangkap lebih 6.500 mata-mata dan pengkhianat sejak dimulainya perang.

You may also like : netanyahu trump khamenei india todayPertempuran Baru Pecah Antara Amerika dan Iran

"Sejak dimulainya perang paksa ketiga (28 Februari), lebih dari 6.500 mata-mata dan pengkhianat telah ditangkap, 567 di antaranya terkait dengan kelompok anti-revolusi," kata Brigadir Jenderal Radan di Al-Alam TV sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Saba, Senin, 18 Mei 2026.

You might be interested : trump presiden iranTrump Ancam Kembalikan Iran ke Zaman Batu, Teheran Ancam Balik

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi dan penangkapan elemen-elemen yang terkait dengan musuh sedang berlangsung, dan polisi belum menghentikan operasi mereka terhadap para perusuh.

"Tidak satu pun dari para perusuh yang ditangkap pada bulan Januari, yang sebenarnya adalah tentara pengkhianat musuh, telah dibebaskan, dan kami masih berupaya untuk mengidentifikasi dan menangkap mereka," tandasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >