
UPdates—Perang melawan Iran telah membuat publik Israel sangat skeptis terhadap kepemimpinan mereka.
You may also like :
Prancis akan Akui Negara Palestina di Sidang PBB, Trump dan Netanyahu Kebakaran Jenggot
Semakin besar perbedaan antara bagaimana mereka memandang apa yang terjadi dibandingkan dengan klaim Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan narasi pemerintah tentang kemenangan strategis.
You might be interested :
Usai Teleponan dengan Netanyahu, Trump Langsung Ancam Iran
Data baru dari jajak pendapat Universitas Ibrani Yerusalem terhadap 3.644 peserta mengungkapkan pergeseran sentimen publik yang mencolok.
Ada skeptisisme mendalam di kalangan publik Israel mengenai hasil kampanye militer yang dipimpin AS baru-baru ini dan perjanjian diplomatik selanjutnya dengan Iran.
Berdasarkan survei Universitas Ibrani Yerusalem itu, 92,1% warga Israel percaya Iran keluar sebagai pemenang atau memperoleh lebih banyak keuntungan dari konflik tersebut.
Selain itu, sekitar 73% responden tidak percaya klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tentang keberhasilan kampanye militer, dengan 56,4% menilai manajemennya terhadap konflik tersebut sebagai kegagalan.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Selasa, 23 Juni 2026, ada juga kekhawatiran keamanan dengan 82,9% menyatakan kekhawatiran bahwa kampanye tersebut melemahkan keamanan jangka panjang Israel.
Bahkan di antara basis pemilih sayap kanan Netanyahu sendiri, 93,1% memiliki pandangan bahwa Iran keluar sebagai pemenang.