UPdates—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan penghubung di kawasan Barombong Makassar dan Takalar serta daerah lainya sangat penting sebagai solusi kemacetan dan pembuka akses antarwilayah.
You may also like : Appi akan Bersihkan Semua Bangunan Liar di Kanal-Kanal Makassar
Meski begitu, Appi, sapaan Munafri menegaskan bahwa Pemkot hanya punya tanggung jawab dalam hal pembebasan lahan.
“Soal pembangunan jembatan di Barombong sebagai akses pengurai kemacetan, kami hanya membebaskan lahan, Pemerintah Provinsi yang bangun jembatan,” ujar Appi sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari situs resmi Pemkot Makassar, Minggu, 20 Juli 2025.
Appi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk dengan Gubernur, untuk mendukung pembangunan jembatan tersebut.
Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kejelasan status lahan di kedua sisi jembatan agar proyek ini dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami sudah bicara dengan Pak Gubernur soal rencana pembangunan jembatan Barombong. Sekarang tinggal bagaimana kita menyelesaikan soal pembebasan lahannya. Kami dari Pemkot siap memfasilitasi, tapi harus jelas, lahan di sisi satu dan sisi lainnya milik siapa,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa tanpa kepastian soal lahan, proyek jembatan ini akan terhambat di tengah jalan.
Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak, khususnya PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) sebagai salah satu pemilik atau pengelola lahan di sekitar kawasan, untuk aktif mencari solusi bersama.
“Kalau tidak diselesaikan, kita bisa mandek di satu titik. Itu bentangannya panjang. Saya sudah minta, jadi kita sama-sama bebaskan lahannya, biar cepat Pemrov bangun,” tutur Munafri.