
UPdates—Tiga jet tempur Amerika Serikat jatuh di Kuwait pada hari Senin. Militer AS dalam sebuah pernyataan menyebut itu karena insiden tembakan salah sasaran.
You may also like :
Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Hamas Tolak Tenggat Waktu Serahkan Senjata
Pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh jet tempur F-15E Strike Eagle pada Minggu malam waktu setempat atau Senin WITA. Komando Pusat AS mengatakan, keenam awak berhasil melontarkan diri dengan selamat.
You might be interested :
Jet Tempur Filipina Hilang Bersama 2 Pilot saat Serang Pemberontak
Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki, menurut CENTCOM. Jet-jet tersebut terbang untuk mendukung operasi militer melawan Iran, yang disebut Operasi Epic Fury.
Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan pada Senin dini hari bahwa "beberapa" jet tempur AS jatuh, tetapi tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak atau apa penyebabnya. Setiap jet tempur tersebut berharga puluhan juta dolar.
Pernyataan ini muncul setelah video yang dilacak lokasinya oleh CNN menunjukkan sebuah jet tempur jatuh di Kuwait dan seorang pilot terjun payung ke tanah.
CNN mengatakan mereka telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.
“Selama pertempuran aktif—yang termasuk serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone—jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” kata pernyataan CENTCOM sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN, Senin, 2 Maret 2026.
“Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat, telah dievakuasi dengan selamat, dan dalam kondisi stabil. Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,” lanjut pernyataan itu.
“Pihak berwenang terkait segera memulai operasi pencarian dan penyelamatan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Said Al-Atwan, dalam pernyataan tersebut.
“Para awak pesawat dievakuasi dari lokasi kecelakaan dan dipindahkan ke rumah sakit untuk menilai kondisi mereka dan memberikan perawatan medis yang diperlukan,” jelasnya.
Para awak pesawat berada dalam kondisi “stabil,” tambah kementerian tersebut.
Al-Atwan mengatakan Kuwait berada dalam “koordinasi langsung” dengan otoritas AS.
Sebuah video yang dilacak lokasinya oleh CNN menunjukkan sebuah jet tempur jatuh di atas Kuwait dekat pangkalan udara AS.
Video tersebut menunjukkan sebuah jet terbakar dan jatuh berputar-putar dari langit, dan menunjukkan bahwa jet tersebut jatuh dalam jarak 10 kilometer (6,2 mil) dari pangkalan AS Ali Al Salem di Kuwait.
Video lain yang dilacak lokasinya oleh CNN tampaknya menunjukkan seorang pilot jet tempur di darat di Kuwait setelah melontarkan diri dari pesawat.
Dalam salah satu video, seorang pria dengan pakaian penerbangan lengkap dan helm terlihat berlutut di tanah di samping parasut berwarna oranye dan putih serta tali parasut di daerah gurun dekat pagar.
CNN telah melacak lokasi video tersebut sekitar 30 kilometer (18,5 mil) dari pangkalan Ali Al Salem.
Dalam video lain, pilot terlihat berdiri sementara para saksi mata menyaksikan, dengan asap hitam tebal mengepul di kejauhan.
Kecelakaan ini terjadi selama pemboman besar-besaran terhadap negara-negara Teluk sebagai bagian dari perang yang meluas dengan Iran. Hal ini juga terjadi ketika asap terlihat di area sekitar Kedutaan Besar AS di Kuwait.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, membantah klaim pada hari Senin bahwa Teheran telah berupaya memulai kembali negosiasi dengan Washington. Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan AS.
Larijani, melalui perusahaan media sosial AS di X, menanggapi laporan yang menunjukkan bahwa Iran telah membuat inisiatif baru untuk bernegosiasi dengan AS.
Merujuk pada laporan Al Jazeera, yang mengutip The Wall Street Journal, yang mengklaim Larijani mencoba untuk melanjutkan negosiasi dengan Washington melalui Oman, ia menegaskan: “Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS.”
Dalam unggahan terpisah yang dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Larijani juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Iran.
Mengkritik Trump karena membawa kawasan itu ke dalam kekacauan dengan "ilusi kosong," Larijani mengatakan: "Dia sekarang khawatir tentang kerugian lebih lanjut dari tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, dia telah mengubah slogan 'Amerika Pertama' menjadi 'Israel Pertama' dan mengorbankan pasukan Amerika untuk nafsu kekuasaan Israel."
Dia selanjutnya menuduh Trump "membuat tentara Amerika dan keluarga mereka membayar harga dengan kebohongan baru."
Kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan pada hari Sabtu telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk. Selain tige jet tempur mereka, tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya terluka parah.