
UPdates—Clandestine Lab Narkotika jenis mephedrone yang merupakan jaringan internasional terungkap di Bali.
You may also like :
Kepala BNN Sebut Vape Jadi Pintu Masuk Baru Narkoba
Keberhasilan pengungkapan tidak pidana ini merupakan hasil dari Joint Operation (JO) atau Kerja Sama Operasi bersama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Imigrasi, Bea dan Cukai, serta Polda Bali.
You might be interested :
Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Panjat Tebing, Digelar di Bali 2-4 Mei 2025
Joint Operation ini berhasil mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yakni NT alias KS dan ST. Keduanya diduga kuat berperan aktif dalam produksi dan distribusi Mephedrone, narkotika jenis party drug yang sangat berbahaya.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari akun Instagram Polda Bali, Sabtu, 7 Maret 2026, pengungkapan tindak pidana ini merupakan hasil penyelidikan intensif sejak Januari 2026.
Dalam Konferensi Pers di The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kabupaten Gianyar, Sabtu, 7 Maret 2026 yang dipimpin langsung Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto dan dihadiri Anggota Komisi III DPR RI, Wakapolda Bali, Brigjen. Pol. I Made Astawa, Imigrasi, serta Bea dan Cukai dipaparkan bahwa sindikat yang dikendalikan jaringan internasional ini menggunakan modus operandi yang tergolong rapi.
Para pengelola lab narkotika ini menyewa beberapa Villa di Bali untuk menyamarkan kegiatan ilegalnya.
Adapun barang bukti yang disita antara lain, narkotika jenis mephedrone padatan sebanyak kurang lebih 644 gram dan dalam bentuk cairan sebanyak 7.250 mililiter atau total berat bruto 7.894 gram (7,8 kg).
Selain narkotika jadi, tim gabungan juga menemukan berbagai prekursor atau bahan baku padatan sebanyak 2.600 gram (2,6 kg) dan cairan sebanyak 219.780 mililiter (219,7 kg) yang diduga kuat digunakan untuk memproduksi mephedrone.
Beberapa jenis prekursor cair yang ditemukan di antaranya: ethyl acetate, alkohol 96%, dichloromethane, methylamine, hydrobromic acid, citric acid, dan toluene.
Berbagai peralatan produksi clandestine lab seperti timbangan digital, fruit dryer, masker respirator, kertas saring, erlenmeyer, panci, syringe, jeriken, dan magnetic stirrer juga ditemukan.
Penjelasan BNN di akun Instagram mereka, pengungkapan yang berlangsung pada Kamis-Jumat, 5-5 Maret 2026 ini berawal dari pengiriman paket-paket mencurigakan dari Cina yang ditujukan ke Kantor Pos di Gianyar, Bali, pada Januari dengan menggunakan data palsu, petugas melakukan penyelidikan mendalam.
Hingga akhirnya pada Kamis, sekitar pukul 23.45 WITA, Tim Gabungan berhasil mengamankan seorang perempuan warga negara Rusia berinisial NT di sebuah villa di Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali.
Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah kunci kendaraan serta kunci villa lain yang kemudian mengarah pada pengembangan penyelidikan.
Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil LCGC dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam proses produksi mephedrone, seperti jerigen warna putih, jerigen biru berisi ethyl acetate, kotak baju berisi 2 botol kaca happy growth, alkohol 96%, jerigen berisi cairan, botol mineral warna hijau, jerigen "EA", botol kava metyhlamine, filter, botol kaleng, dan botol "AG+ silver.