
UPdates – Sebuah serangan drone menghantam fasilitas penyimpanan minyak di pelabuhan Salalah, Oman, pada hari Rabu, 11 Maret 2026 waktu setempat. Kantor Berita Oman melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan di pelabuhan Salalah tersebut.
You may also like :
Skandal Seks Mantan Calon Jaksa Agung Pilihan Trump Dibongkar Komite Etika DPR AS
Dilansir Keidenesia.TV dari newarab.com, Kamis, 12 Maret 2026, Badan pertahanan sipil Oman kini sedang berupaya memadamkan kebakaran.
You might be interested :
Operasi True Promise III Iran, Sistem Pertahanan Israel Jebol Dibombardir Rudal, Amerika Terpaksa Membantu
Kantor berita negara, mengutip pertahanan sipil Oman, mengatakan bahwa memadamkan api "mungkin membutuhkan waktu", tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Seorang pejabat kementerian energi Oman mengungkapkan bahwa tidak ada gangguan terhadap kontinuitas pasokan minyak atau produk turunan minyak bumi di negara tersebut.
Akibat serangan drone yang berhasil terekam video tersebut, semua operasi di Pelabuhan Salalah di Oman telah dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, media Iran pada hari Rabu melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada sultan Oman dalam sebuah panggilan telepon bahwa insiden terkait pelabuhan Salalah akan diselidiki.
Ketegangan mencekam Timur Tengah setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu dan hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di Iran, termasuk Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk lainnya yang menampung aset militer AS.