Ilustrasi. (foto:Pexels/Faisal Nurmansyah)

Kisah Islami: Suami Bersyukur dan Istri Bersabar yang Masuk Surga

19 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Imam Ibnu Asakir meriwayatkan kisah tentang Imran bin Hattan dan istrinya yang mengajarkan tentang pentingnya bersyukur dan bersabar dalam kehidupan.
  • Imran bin Hattan bersyukur atas nikmat memiliki istri yang cantik, sementara istrinya bersabar dalam menghadapi ujian memiliki suami yang kurang rupawan.
  • Kisah ini mengandung makna yang dalam tentang keutamaan bersyukur dan bersabar, yang dapat membawa seseorang ke surga.
  • Rasulullah SAW menyebutkan bahwa seorang mukmin akan selalu mendapatkan kebaikan, baik ketika mendapatkan kesenangan maupun ujian, asalkan ia bersyukur dan bersabar.
  • Syukur dan sabar merupakan separuh dari iman, dan ketika keduanya bersatu, iman menjadi utuh dan sempurna.
  • Dengan menerapkan sifat syukur dan sabar, seseorang dapat menjadi hamba Allah yang dicintai dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Kisah Imran bin Hattan dan istrinya dapat dijadikan inspirasi untuk senantiasa bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
atau

UPdates - Imam Abul Qasim Ali bin Hasan bin Abdullah asy-Syafi’i, atau yang lebih masyhur dengan nama Imam Ibnu Asakir (wafat 571 H), dalam kitab Tarikh Madinah Dimasyq meriwayatkan sebuah kisah tentang cinta, kesabaran, dan syukur.

You may also like : lgbt laknatVideo AI LGBT Menari-nari di Sekitar Kakbah Bikin Netizen Indonesia Murka, Pemerintah Dikritik tak Tutup Akunnya

Kisah ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Imran bin Hattan dan istrinya yang cantik jelita.

You might be interested : gemini generated image s5mr3ns5mr3ns5mrKisah Islami: Juhainah, Manusia Terakhir yang Keluar dari Neraka

Dikisahkan, suatu hari Imran bin Hattan mengunjungi istrinya. Imran merupakan seorang pria tua yang parasnya jauh dari kata tampan, tubuhnya pendek, dan penampilannya sederhana.

Sementara istrinya sangat cantik, senantiasa berhias, dan selalu terlihat memesona di mata suaminya.

Ketika Imran melihatnya, kekagumannya semakin bertambah dan ia tidak bisa mengalihkan pandangannya.

Sang istri yang menyadari tatapan kagum suaminya pun bertanya, “Ada apa denganmu?”

Imran menjawab, “Demi Allah, engkau terlihat sangat cantik hari ini.” Sang istri kemudian berkata dengan lembut, “Bergembiralah, karena aku dan engkau akan berada di dalam surga.”

Imran pun terkejut dan bertanya, “Dari mana engkau tahu hal itu?” Maka dengan penuh keyakinan, sang istri menjawab:

 لِأَنَّكَ أُعْطِيتَ مِثْلِي فَشَكَرْتَ، وَابْتُلِيتُ بِمِثْلِكَ فَصَبَرْتُ، وَالصَّابِرُ وَالشَّاكِرُ فِي الْجَنَّةِ

Artinya, “Karena engkau diberi pasangan sepertiku, lalu engkau bersyukur. Dan aku diuji dengan mendapatkan pasangan sepertimu, lalu aku bersabar. Orang yang bersyukur dan orang yang bersabar akan berada di dalam surga,” (Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, [Beirut: Darul Fikr, 1995 M/1415 H], jilid XXXXIII, halaman 491).

Kisah ini mengandung makna yang sangat dalam tentang pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Imran menyadari bahwa memiliki istri yang cantik adalah sebuah nikmat yang besar dari-Nya, maka ia pun bersyukur.

Kisah ini juga mengajarkan tentang pentingnya bersabar dalam menghadapi ujian. Istri Imran diuji dengan memiliki suami yang kurang rupawan. Namun, ia bersabar dan tidak pernah mengeluh.

Keutamaan Bersyukur dan Bersabar

Apa yang terjadi dalam kisah di atas memang sudah seharusnya menjadi pedoman bagi setiap orang dalam menjalani hidup.

Berkaitan dengan kisah tersebut, Rasulullah SAW merasa takjub dengan keadaan seorang mukmin, karena segala urusannya akan bernilai baik apabila ia bersyukur ketika mendapatkan nikmat, dan bersabar ketika mendapatkan ujian. Dalam salah satu haditsnya, Nabi SAW bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal ini tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa ujian, ia bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR Muslim).

Demikian, syukur dan sabar sejatinya memang harus dijadikan tameng bagi setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Keduanya akan menjaga hati agar tidak mudah goyah oleh perubahan keadaan, baik saat berada dalam keadaan lapang maupun ketika diuji dengan keadaan sempit.

Hal ini karena sabar merupakan separuh dari iman, dan syukur pun merupakan separuh dari iman. Maka ketika syukur dan sabar bersatu dalam diri seseorang, iman pun menjadi utuh dan sempurna. Dalam beberapa riwayat, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Baihaqi dalam ensiklopedia haditsnya, disebutkan:

الشُّكْرُ نِصْفُ الإِيمَانِ، وَالصَّبْرُ نِصْفُ الإِيمَانِ، وَالْيَقِينُ الإِيمَانُ كُلُّهُ

Artinya, “Syukur adalah separuh dari iman, sabar adalah separuh dari iman, dan keyakinan adalah seluruh iman,” (HR al-Baihaqi).

Oleh karena itu, marilah kita jadikan kisah Imran bin Hattan dan istrinya sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan ini. Marilah senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, sekecil apa pun itu.

Marilah senantiasa bersabar dalam menghadapi setiap ujian yang menimpa, seberat apa pun itu. Dengan bersyukur dan bersabar, insya Allah kita akan menjadi hamba-hamba Allah yang dicintai-Nya, serta meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat. Wallahu a'lam.

*Penulis: Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur. (tulisan ini dirilis Keidenesia.TV dari laman NU Online)

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >