
UPdates—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara Timur Tengah mengumumkan pembatalan acara salat Idulfitri bersama dan halalbihalal yang sedianya diadakan pada 1 Syawal 1447 H di kompleks KBRI masing-masing.
You may also like :
Trump Kirim Kapal Perang Terbesar di Dunia Milik Amerika Serikat ke Timur Tengah
KBRI pertama yang mengumumkan pembatalan agenda Idulfitri, yaitu KBRI Muscat di Oman.
You might be interested :
Wali Kota Makassar Sebut Open House Idulfitri hanya Sehari, Berikut Lokasi dan Jadwalnya
Duta Besar RI untuk Oman, Mohamad Irzan Djohan, menjelaskan, keputusan tersebut diambil mengingat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah belum kunjung membaik.
“Langkah tersebut kami ambil sebagai bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab untuk mengedepankan keamanan serta kenyamanan bersama,” kata Dubes Irzan dalam surat KBRI Muscat tertanggal 16 Maret, sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia berharap pembatalan acara tersebut tidak mengurangi kekhidmatan Idulfitri bagi para WNI di Oman, sembari mengingatkan mereka agar senantiasa mencermati perkembangan situasi serta saling peduli antara satu sama lain.
KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab (UEA) juga membatalkan acara Idulfitri dengan alasan keamanan. Pembatalan ini diumumkan Duta Besar Judha Nugraha dalam surat tertanggal 17 Maret yang dirilis di media sosial KBRI Abu Dhabi.
Dalam pengumuman tersebut, Dubes Judha menyarankan diaspora RI di UEA untuk melaksanakan salat Idulfitri di masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing, dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi keamanan serta instruksi otoritas setempat.
“Kami mengharapkan pengertian seluruh masyarakat Indonesia atas langkah ini, yang diambil semata-mata demi menjaga keselamatan dan keamanan bersama,” kata Dubes Judha Nugraha.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai, UEA, menjadi perwakilan lain RI di kawasan Teluk yang juga membatalkan acara salat Idulfitri bersama karena pertimbangan keamanan di kawasan.