Ilustrasi Selat Hormuz. (foto:Dok.Wikimedia Commons)

Trump Meradang Blokade Selat Hormuz Berlanjut, Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran

22 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dengan ancaman menghancurkan pembangkit listrik di Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi.
  • Harga bahan bakar global melonjak sejak pecahnya perang AS-Israel dan Iran, dengan harga minyak mentah mencapai di atas US$100 per barel, naik hampir 70% sepanjang tahun ini.
  • Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi produsen minyak dan LNG di Timur Tengah, dan blokade yang dilakukan Iran telah menyebabkan penurunan jumlah kapal yang melintasi selat tersebut.
  • Sedikitnya 21 kapal telah terkena serangan atau menjadi sasaran penyerangan sejak perang pecah, menurut laporan kantor berita AFP pada 18 Maret.
  • Trump sebelumnya telah meminta bantuan kepada negara-negara sekutu untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, namun permintaannya itu ditolak oleh beberapa negara, termasuk Inggris, Jerman, Australia, Spanyol, dan Jepang.
  • Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz telah menurun drastis, dari sekitar 138 kapal per hari sebelum perang menjadi hanya 5-6 kapal per hari pada bulan Maret.
  • Blokade Selat Hormuz oleh Iran telah berdampak signifikan pada harga minyak global dan keamanan jalur pelayaran internasional.
atau

UPdates - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

You may also like : trump anadoluIstri Sudah Terbunuh, Trump Bilang ‘Tidak Senang’ Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Trump mengancam akan menghancurkan berbagai pembangkit listrik Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi. Unggahan ini dipublikasikan pada 21 Maret 2026.

You might be interested : captureAS Tawarkan Hadiah hingga Rp169 Miliar untuk Informasi tentang Mojtaba Khamenei

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR!"

Saat ini harga bahan bakar global melonjak sejak pecahnya perang AS-Israel dan Iran.

Harga minyak mentah bahkan telah menembus di atas US$100 per barel — naik hampir 70% sepanjang tahun ini dan hampir 50% dibandingkan tahun lalu setelah blokade Selat Hormuz yang dilakukan Iran.

Selat ini diapit Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) di selatan.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama bagi produsen minyak serta LNG di Timur Tengah, termasuk negara-negara pelanggan mereka.

Minyak yang melintas tidak hanya berasal dari Iran, tetapi juga dari negara-negara Teluk lainnya seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

Sejak perang pecah, menurut laporan kantor berita AFP pada 18 Maret, sedikitnya 21 kapal telah terkena serangan, menjadi sasaran, atau melaporkan adanya upaya penyerangan.

Analisis dari data pelayaran Kpler menunjukkan hanya 99 kapal yang melewati selat sempit tersebut sepanjang bulan Maret ini, atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.

Berdasarkan data Joint Maritime Information Centre, sebelum perang, sekitar 138 kapal melintasi selat Hormuz setiap hari.

Sebelumnya Trump telah minta bantuan ke negara-negara sekutu untuk mengirimkan kapal perang mereka ke Selat Hormuz untuk melindungi kapal-kapal dagang, namun permintaannya itu menuai penolakan, di antaranya dari Inggris, Jerman, Australia, Spanyol, dan Jepang.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >