
UPdates—Ceramah HM Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM dipotong-potong kemudian diviralkan untuk menyudutkan mantan wakil presiden RI tersebut.
You may also like :
Jusuf Kalla: Aceh dan Kabupaten Dibentuk oleh Undang-Undang, Lebih Tinggi Dibanding Kepmen
Tindakan tak bertanggung jawab yang mencoba menjatuhkan kredibilitas JK sebagai juru damai dalam sejumlah konflik itu pun dikecam.
You might be interested :
Jusuf Kalla Resmi Lapor Rismon Sianipar ke Polisi Hari Ini
Guru Besar Unair, Prof Henri Subiakto menyebut ini adalah salah satu upaya untuk menciptakan kerusuhan SARA di Indonesia dan ia berharap masyarakat tidak terprovokasi.
“Awas jangan mudah diprovokasi kekuatan yang ingin menciptakan kerusuhan SARA di Indonesia,” tulis Prof Henri di akun X-nya, @henrysubiakto sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Selasa, 14 April 2026.
Pakar komunikasi politik dan media Indonesia yang juga dikenal sebagai ahli digital itu memuji pendeta bernama Rudy Phan yang memberikan penjelasan secara gamblang soal ceramah JK.
“Kalau ada Komunikasi yang dianggap salah atau tidak menyenangkan harus diluruskan juga dengan komunikasi, sebagaimana yg dilakukan pendeta Rudy. Ini penting agar publik jadi makin mengerti, bukan terprovokasi,” ujarnya.
Ustaz Hilmi Firdausi lewat akun X pribadinya, @Hilmi28 juga mengimbau warga tidak terprovokasi.
“Himbauan saya kepada seluruh saudara sebangsa, jangan mudah tersulut dan terprovokasi yaa,” tulisnya.
Hilmi Firdausi mengatakan, persaudaraan antar umat beragama di Indonesia saat ini sangat bagus. Itu berdasarkan pengalaman dan pengamatannya.
“Halal bi Halal kemarin saya keliling ke beberapa daerah mayoritas non muslim dan Alhamdulillah persaudaraan antar umat beragama di sana baik-baik saja,” katanya.
“Saya sampaikan ajaran Islam yang Rahmatan lil'alamiin yang selaras juga dengan ajaran agama mereka. Semua damai, rukun, guyub...inilah Indonesia, kita kuat karena saling menghargai perbedaan namun tetap satu tujuan. Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.
Sebelumnya, jagad maya menjadi riuh karena potongan ceramah JK yang berdurasi beberapa detik beredar liar di media sosial. Jusuf Kalla dituding menyinggung ajaran Kristen dalam ceramahnya di Masjid Kampus UGM.
JK secara eksplisit menolak keras anggapan bahwa membunuh atas nama agama membawa seseorang ke surga. Pernyataan JK dimaksudkan untuk meredam konflik, namun malah dipelintir menjadi bahan bakar kegaduhan baru di tengah masyarakat.