
UPdates—Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna DPR RI untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal RAPBN 2027.
You may also like :
Bahas Isu Sensitif, Said Didu Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan “Oposisi”
Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan alasannya turun tangan langsung. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa saat ini menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian.
Prabowo mengatakan, peperangan terjadi di banyak tempat. Walaupun perang terjadi jauh di Eropa dan di Tmur Tengah, itu menurutnya memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan di Tanah Air.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran ekonomi dan pengelolaan Negara,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 20 Mei 2026.
Pada kesempatan itu, Prabowo menyoroti naiknya angka kemisikinan. Ia menampilkan data 2017-2024 yang menunjukkan kemiskinan meningkat dari 46,1 % di 2017 menjadi 49,5 % pada 2024. Sementara penduduk kelas menengah turun dari 22,1% menjadi 17,4%.
“Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat. Jawaban harus ilmiah, jawaban harus matematis. Dan menurut saya, jawabannya adalah bahwa kemungkinan besar, bukan kemungkinan, saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajectory (jalur) yang tidak tepat,” tegasnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, ini tidak boleh diteruskan. “Kalau kita teruskan sistem yang seperti ini, sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur. Tidak mungkin. Tanpa kemakmuran, kita tidak mungkin menjaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah. Bangsa yang selalu takut. Takut kurs dolar. Takut BBM tak cukup. Takut ini, itu. Padahal kita diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Ia lantas menyinggung fakta yang menunjukkan mengalir keluarnya kekayaan Indonesia sejak lama bahkan sejak Orde Baru.
Makanya, Prabowo meminta dukungan untuk mengubah situasi dan mengakhiri perlakuan tidak adil bagi Indonesia. "Saya minta dukungan majelis ini. Marilah kita bersama-sama,” katanya.
“Cukup sudah. Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.
Mantan menteri Pertahanan itu mengatakan, Indonesia ingin mewujudkan cita-cita nenek moyang dan menghadirkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. “Negeri yang makmur, baik dan selalu mendapat ampunan dan anugerah dari Allah swt, Tuhan Maha Besar,” ujarnya.